Bantu Mahasiswa Berprestasi Kuliah, Unimed Upayakan Perbanyak Beasiswa
- Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof. Dr. Baharuddin berkomitmen memperluas akses pendidikan tinggi dengan mengupayakan penambahan kuota beasiswa.
- Unimed menggandeng berbagai pihak eksternal seperti sektor perbankan dan perusahaan swasta untuk mendanai sekitar 1.000 calon mahasiswa potensial yang membutuhkan bantuan biaya.
- Pada jalur UTBK-Mandiri 2026, Unimed membuka kuota sebanyak 1.968 kursi dengan pengumuman kelulusan yang dijadwalkan pada 22 Juli 2026.
Universitas Negeri Medan (Unimed) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat luas, khususnya bagi mereka yang berprestasi namun terkendala biaya. Langkah konkret ini diwujudkan melalui penguatan program beasiswa serta perluasan kemitraan pembiayaan untuk calon mahasiswa baru. Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, S.T., M.Pd., menegaskan bahwa animo lulusan sekolah menengah untuk melanjutkan kuliah di kampus hijau tersebut terus melonjak drastis dari tahun ke tahun.
Tingginya minat calon mahasiswa tersebut dipandang sebagai tantangan sekaligus tanggung jawab moral yang besar bagi pihak birokrasi kampus. Guna mengakomodasi potensi-potensi muda tersebut, Unimed tidak tinggal diam dan terus mencari solusi kreatif di luar skema anggaran rutin. 'Beasiswa adalah upaya kampus menjawab tingginya minat masyarakat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,' ujar Baharuddin saat memberikan keterangan resmi di Kota Medan.
Baharuddin menambahkan bahwa antusiasme seleksi tahun ini sangat luar biasa, di mana total pendaftar gabungan sempat menembus angka hingga 27 ribuan orang. Hal ini membuat persaingan merebut kursi kuliah menjadi sangat ketat, bahkan bagi mereka yang memilih jalur ujian mandiri. 'Saya kira evaluasi bagi kita bahwa minat, kalau keseluruhan itu minatnya tinggi, jadi 27 ribuan kita kemarin. Walaupun memang sudah masuk UIN, masuk juga dengan politeknik,' ungkapnya menggambarkan besarnya sebaran minat calon mahasiswa baru tersebut.
Saat ini, pihak rektorat mengidentifikasi ada sekitar seribuan calon mahasiswa yang dinilai sangat layak berkuliah namun memerlukan sokongan finansial tambahan agar bisa mendaftar ulang. Untuk mengatasi kendala ini, Unimed aktif menjajaki kerja sama dengan sektor perbankan dan berbagai perusahaan swasta yang memiliki program tanggung jawab sosial (CSR). 'Alhamdulillah, hari ini sudah hampir 3 ribu yang dibilang eligible. Tapi masih ada sekitar seribuan yang kita harus pikirkan. Mereka harus kuliah. Kita usahakan melalui beasiswa, dari bank-bank, dari perusahaan, selalu kita tambah terus. Itulah memang pesan Pak Menteri dan Presiden, semua harus sekolah dan harus lanjut,' tutur Baharuddin.
Selain agresif mencari sumber pendanaan beasiswa baru, Unimed juga berkomitmen untuk melakukan perbaikan tata kelola internal secara berkelanjutan. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem seleksi mahasiswa baru terus berjalan agar proses penerimaan ke depan dapat semakin adaptif dengan kebutuhan sosial masyarakat. Sebagai catatan tambahan, pada jalur UTBK-Mandiri 2026, Unimed sendiri menyediakan kuota tampung sebesar 1.968 orang, dengan hasil kelulusan yang rencananya akan diumumkan secara daring pada 22 Juli 2026 mendatang.