Kebakaran Hebat Melanda TPA Cipayung Depok, Kobaran Api Muncul dari Bawah Sampah
- Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, pada Kamis (16/7/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB.
- Titik api diduga kuat muncul secara misterius dari bawah timbunan sampah yang mendalam, memicu kepulan asap dan kepanikan warga sekitar.
- Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api menjelang tengah malam dan melanjutkan proses pendinginan hingga Jumat pagi guna mencegah penyalaan ulang.
Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang terletak di Kota Depok, Jawa Barat. Peristiwa yang mengejutkan warga sekitar ini dilaporkan terjadi pada Kamis (16/7/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Amukan si jago merah sempat memicu kepanikan lantaran lokasi kebakaran yang dipenuhi oleh material mudah terbakar berupa gunungan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kota Depok, Reni Siti, mengonfirmasi insiden tersebut dan menyebutkan bahwa titik api diduga kuat berasal dari bagian terdalam gunungan sampah. "Kejadiannya kalau tadi menurut informasi jam 19.30, ya. Dari bawah kayaknya," ujar Reni saat memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi kejadian. Hingga kini, otoritas terkait masih terus mendalami penyebab pasti kebakaran tersebut.
Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, Dinas Damkar Kota Depok langsung mengerahkan sejumlah armada untuk melokalisasi area terdampak. Langkah cepat ini diambil agar kobaran api tidak menjalar ke zona penampungan sampah lainnya maupun ke permukiman warga terdekat. Patroli internal yang rutin dilakukan oleh petugas di sekitar wilayah TPA diakui sangat membantu dalam mempercepat proses deteksi dini penanganan kebakaran.
Setelah berjuang keras melawan asap pekat dan potensi gas metana di bawah timbunan, petugas akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar pukul 22.52 WIB. Meski api permukaan sudah tidak terlihat, petugas pemadam kebakaran tidak mau gegabah dan langsung melakukan proses pendinginan. "Alhamdulillah sekarang sudah padam, tapi sekarang sedang proses pendinginan, supaya tidak ada percikan api lagi nih, karena pemicunya berarti kan ada. Nanti terus akan kita siram supaya semakin dingin, semakin padam lagi. Karena di dalamnya kita kan enggak tahu ada apa," jelas Reni menambahkan.
Reni juga menegaskan bahwa prosedur pendinginan ini diinstruksikan untuk terus berjalan secara maraton guna memastikan tidak ada lagi bara api yang tersembunyi di balik lapisan sampah. Pihak dinas meminta penyiraman air tetap dilakukan oleh personel Damkar hingga keesokan paginya guna memastikan kondisi benar-benar kondusif. "Dan hari ini kami minta ini tetap disiram sampai pagi. Sampai kita merasa bahwa ini memang sudah aman. Pendinginan tadi kita minta sampai pagi. Nanti pagi nih, sampai jam 6.00 WIB pagi lah supaya kita bisa lebih yakin lagi," pungkasnya.