Nelayan Hilang di Perairan Suryawangi Lombok Timur Ditemukan Tewas
- Seorang nelayan bernama Amaq Sehar (53) ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang akibat terjatuh dari perahunya di Pantai Suryawangi.
- Jasad korban pertama kali ditemukan mengambang oleh seorang pemancing di perairan Laut Rambang pada hari pertama pencarian.
- Tim SAR gabungan mengevakuasi korban melalui Tanjung Luar untuk kemudian diserahkan menggunakan ambulans kepada pihak keluarga.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang misterius setelah terjatuh dari perahunya di perairan Pantai Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pencarian hari pertama, Rabu, 15 Juli 2026. Penemuan ini langsung dikonfirmasi oleh otoritas penyelamat setempat setelah melakukan proses identifikasi.
Korban diketahui bernama Amaq Sehar (53), seorang warga lokal asal Timba Lindur, Desa Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji. Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, yang mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa korban pertama kali diidentifikasi oleh seorang warga yang sedang melaut. Jasad korban ditemukan mengambang cukup jauh dari lokasi awal dilaporkannya insiden terjatuh.
'Saat sedang memancing, saksi melihat korban dalam kondisi mengambang di laut,' ujar Darwis saat memberikan keterangan resmi mengenai kronologi penemuan jasad korban tersebut. Saksi yang merupakan nelayan setempat langsung bergerak cepat untuk mengamankan jasad korban agar tidak kembali terbawa arus laut yang cukup kuat.
Nelayan yang menemukan korban tersebut kemudian mengevakuasi jenazah menggunakan sampan miliknya menuju kawasan pantai Tanjung Luar. Laporan penemuan jasad ini diterima oleh Tim SAR gabungan sekitar pukul 08.00 Wita. Petugas yang berjaga segera meluncur ke lokasi penjemputan untuk mengamankan jalur evakuasi darat.
Setibanya di lokasi penjemputan di Tanjung Luar, petugas langsung memindahkan jasad korban ke ambulans puskesmas setempat sebelum akhirnya dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup dan seluruh personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, hingga relawan dikembalikan ke kesatuan masing-masing.