Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Bali
  • Inggris
  • Iran
  • Yogyakarta
  • Spanyol
  • Argentina
  • Surabaya
Kategori
Nasional Internasional Olahraga Ekonomi Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Yogyakarta Spanyol Argentina Surabaya

Bukan Daftar Tapi Dijemput, Sekolah Rakyat di Medan Beri Fasilitas Serba Gratis bagi Anak Kurang Mampu

M. Alif • 17 Juli 2026, 08:06 • Nasional
  • Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Medan tidak membuka pendaftaran konvensional, melainkan menggunakan sistem penjangkauan langsung atau jemput bola ke lapangan.
  • Seluruh biaya hidup anak yang bersekolah di SRT ditanggung penuh oleh negara, mencakup asrama, makan tiga kali sehari, delapan stel seragam, hingga perlengkapan kebersihan diri.
  • SRT menerapkan metode multi entry multi exit yang memfasilitasi anak putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus mengulang dari awal.

Skema unik diterapkan oleh Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kota Medan demi menyelamatkan masa depan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Berbeda dengan instansi pendidikan pada umumnya, sekolah ini sama sekali tidak membuka loket pendaftaran siswa baru secara konvensional melainkan menggunakan metode penjangkauan langsung ke rumah-rumah warga. Langkah jemput bola ini sengaja diambil agar bantuan pendidikan yang dikucurkan oleh negara bisa tepat sasaran dan menyentuh anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses bangku sekolah karena kendala biaya.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 30 Medan, Syahripal Putra, mengungkapkan bahwa proses penyaringan peserta didik melibatkan pengawasan yang sangat ketat di lapangan. Petugas dari Kementerian Sosial, khususnya para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dikerahkan secara masif untuk melakukan verifikasi faktual atau ground checking. Proses ini menjadi instrumen utama pemastian bahwa kandidat siswa yang terpilih benar-benar datang dari kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi ekonomi.

"Di Sekolah Rakyat itu kita tidak menerima pendaftaran. Kita menjangkau anak-anak yang tidak terjangkau. Pendamping PKH melakukan ground checking agar benar-benar melihat kondisi anak di lapangan dan memastikan mereka layak dibantu," kata Syahripal menjabarkan mekanisme operasional sekolah tersebut.

Meski menawarkan program yang sangat solutif, Syahripal mengakui tantangan terbesar justru muncul pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Banyak orang tua yang merasa belum siap secara mental untuk melepas anak mereka yang masih berusia sangat dini untuk tinggal menetap di dalam asrama sekolah. Di sisi lain, antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka pada jenjang SMP dan SMA justru melonjak sangat tinggi karena didorong oleh kurikulum fleksibel berbentuk multi entry multi exit yang memungkinkan anak putus sekolah untuk masuk kapan saja tanpa mengulang dari kelas awal.

Fasilitas yang disediakan oleh SRT pun terbilang sangat mewah untuk ukuran sekolah gratis karena negara menanggung penuh seluruh kebutuhan hidup dasar para siswa. Syahripal merinci bahwa setiap anak akan mendapatkan jaminan makan tiga kali sehari, makanan ringan, delapan stel seragam sekolah, hingga paket perlengkapan kebersihan diri sehari-hari. "Anak-anak mendapatkan tiga kali makan, dua kali makanan ringan, delapan stel seragam, hingga perlengkapan kebersihan diri. Kami berharap orang tua percaya kepada kami agar anak-anak dapat belajar dengan nyaman dan memperoleh pendidikan yang layak," tuturnya.

Salah satu orang tua murid SRT 2 Kota Medan, Romasta Marbun, sempat membagikan kisah harunya saat pertama kali harus merelakan putranya yang baru berusia tujuh tahun untuk tinggal mandiri di asrama. Meskipun sempat diwarnai isak tangis pada malam pertama perpisahan, Romasta mengaku kini jauh lebih tenang setelah melihat anaknya mulai ceria dan mampu bersosialisasi dengan lingkungan baru selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Keberadaan SRT ini diakui Romasta telah menjadi angin segar sekaligus tumpuan harapan besar bagi keluarga dengan kondisi finansial menengah ke bawah.

Tags: Medan Kementerian Sosial Program Keluarga Harapan Syahripal Putra
Sumber: RRI

Artikel Lainnya

Mensos Gus Ipul Sebut Setiap Siswa Sekolah Rakyat Berharga dan Miliki Keunikan 15 Jul 2026, 18:49
Mentan Andi Amran Ajak Akademisi USU Kolaborasi Demi Swasembada Pangan 16 Jul 2026, 15:12
Kemenag Sumut Deklarasikan Pesantren Ramah Anak, Bersihkan Pondok dari Bullying dan Kekerasan 17 Jul 2026, 08:07
Gus Irawan Buka Diklat Calon Kepala Sekolah Tapanuli Selatan di BBGTK Medan 15 Jul 2026, 15:46

Terbaru

Bikin Terharu, Pastor Johanis Mangkey Luncurkan Buku Refleksi dan Ziarah Makam Rayakan 45 Tahun Imamat 20 Jul 2026, 16:12
Dorong Perlindungan Karya Kampus, Universitas Bima Internasional MFH Resmi Luncurkan Sentra KI 20 Jul 2026, 16:11
Heboh Sekolah Sepi Peminat di Bantul, Efek Tren Anak Muda Tunda Nikah dan Punya Anak? 20 Jul 2026, 16:11
Terobosan Inklusif, RRI Padang Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 Ramah Tunanetra 20 Jul 2026, 16:10
Dua Daerah Mundur Efek Anggaran, Cabor Cricket Porprov XII NTB Resmi Dimulai Pertandingkan 4 Emas 20 Jul 2026, 16:10
Heboh Rencana SPP SMA-SMK Ditolak Dedi Mulyadi, DPRD Jabar Tetap Lanjut Bahas! 20 Jul 2026, 16:09
Heboh Program 3 Juta Rumah Subsidi, REI Sidoarjo Bongkar Tantangan Besar Pengembang! 20 Jul 2026, 16:09

Kategori

Nasional 162 artikel
Internasional 138 artikel
Olahraga 133 artikel
Ekonomi 128 artikel
Hukum 65 artikel
Entertainment 59 artikel
Bisnis 41 artikel
Budaya 38 artikel
Lingkungan 35 artikel
Teknologi 21 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Yogyakarta Spanyol Argentina Surabaya
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.