Mentan Andi Amran Ajak Akademisi USU Kolaborasi Demi Swasembada Pangan
- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan akademisi untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.
- Kementerian Pertanian resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) yang difokuskan pada hilirisasi riset komoditas kedelai unggulan.
- Pemerintah mengklaim telah berhasil mempercepat target swasembada dan menyetop impor beras medium serta mulai mengekspor delapan komoditas pangan utama.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah dan kalangan akademisi demi menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. Hal tersebut disampaikannya secara langsung saat memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Kota Medan. Sinergi ini dinilai krusial agar inovasi sektor agraris berbasis riset ilmiah dapat langsung diterapkan secara massal oleh para petani lokal.
Dalam pemaparannya, Amran mengklaim bahwa pemerintah sukses melakukan lompatan besar dengan mempercepat target swasembada pangan nasional dari semula empat tahun menjadi hanya satu tahun. Langkah progresif ini diambil demi menciptakan kemandirian pangan yang kokoh sehingga Indonesia tidak lagi memiliki ketergantungan terhadap negara luar. Amran juga menyebutkan bahwa sejumlah komoditas pangan strategis saat ini bahkan sudah berhasil menembus pasar internasional.
"Ternyata masih banyak yang belum tahu bahwa kita sudah swasembada, bahkan kita ekspor. Beras medium tidak impor lagi, bahkan kita ekspor. Delapan komoditas sudah swasembada dan ekspor," ujar Amran di depan para civitas akademika. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa capaian positif ini wajib ditopang oleh riset berkelanjutan dari perguruan tinggi agar tidak bersifat sementara.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Kementerian Pertanian langsung menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pihak USU yang difokuskan pada pengembangan komoditas kedelai. Rektor USU Muryanto Amin menyambut baik kerja sama ini karena mampu memangkas jalur birokrasi yang panjang dalam proses hilirisasi hasil riset kampus ke sektor industri. Menurutnya, keterlibatan langsung menteri menjadi angin segar bagi para peneliti lokal untuk merealisasikan program kerja mereka.
"Tadi ada peneliti dari USU, Prof. Diana yang itu yang kita dorong dari awal. Risetnya sudah tiga tahun tentang kedelai, sekarang lagi uji coba di empat wilayah. Diminta agar satu hektare bisa menghasilkan 2,5 sampai 3 ton untuk luasan 500 sampai 1.000 hektare," kata Muryanto menjelaskan detail target uji coba lahan kedelai tersebut. Pihak kampus berharap kolaborasi erat ini dapat menjadi cetak biru swasembada pangan nasional yang berbasis pada ilmu pengetahuan.