Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Bali
  • Inggris
  • Iran
  • Yogyakarta
  • Spanyol
  • Argentina
  • Surabaya
Kategori
Nasional Internasional Olahraga Ekonomi Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Yogyakarta Spanyol Argentina Surabaya

Waspada Gempa Megathrust Mentawai, BMKG dan Kogami Perkuat Edukasi Warga

Tim Redaksi • 15 Juli 2026, 19:30 • Lingkungan
  • Ancaman gempa besar dari zona Megathrust Mentawai masih membayangi wilayah pesisir Sumatera Barat karena energi yang tersimpan sejak tahun 1797 terus dipantau.
  • BMKG Padang Panjang menekankan pentingnya membangun kesiapsiagaan kultural dan struktural masyarakat daripada memupuk rasa takut yang berlebihan.
  • Desa Tuapejat di Kepulauan Mentawai telah mendapatkan pengakuan internasional sebagai Tsunami Ready Community dari UNESCO berkat sistem mitigasi yang baik.

Ancaman gempa bumi berkekuatan besar yang bersumber dari zona megathrust Mentawai perlu terus diwaspadai oleh seluruh lapisan masyarakat di Sumatera Barat. Meskipun para ahli dan instansi terkait belum dapat memprediksi secara pasti kapan gempa tersebut akan terjadi, masyarakat diminta tidak panik. Langkah terbaik yang bisa dilakukan saat ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemahaman terhadap potensi risiko serta langkah mitigasi bencana yang tepat.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Padang Panjang, Suaidi Ahadi, mengungkapkan bahwa aktivitas seismik di segmen Megathrust Mentawai hingga kini masih menyimpan potensi ancaman yang nyata. Menurut catatan sejarah kebencanaan, segmen tersebut terakhir kali melepaskan energi gempa berskala besar pada tahun 1797 silam. Kondisi ini membuat energi yang tersimpan di dalam bumi terus dipantau secara ketat oleh BMKG demi meminimalisasi dampak buruk di masa depan.

"Potensi ancamannya memang masih ada. Yang perlu kita bangun bukan rasa takut, tetapi kesiapsiagaan masyarakat. Dengan memahami potensi ancaman, masyarakat akan mengetahui risikonya dan mampu melakukan mitigasi dengan baik, baik secara kultural maupun struktural," ujar Suaidi saat memberikan keterangan resmi terkait peta risiko kebencanaan wilayah pesisir.

Dalam upaya membangun benteng pertahanan berbasis masyarakat, BMKG tidak bergerak sendirian. Pihaknya terus memperkuat kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, serta berbagai komunitas kebencanaan seperti Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) Sumatera Barat. Salah satu buah manis dari kolaborasi jangka panjang ini adalah keberhasilan Desa Tuapejat di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang sukses meraih pengakuan internasional sebagai Tsunami Ready Community dari UNESCO.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Kogami Sumatera Barat, Tommy Susanto, menjelaskan bahwa perjuangan menanamkan budaya siaga bencana ini sudah dimulai sejak peristiwa gempa dan tsunami melanda kawasan tersebut pada tahun 2005. Mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat diakui bukan perkara yang mudah serta membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kendati demikian, melalui edukasi yang masif dan berkelanjutan, perubahan positif dari masyarakat pesisir kini mulai terlihat nyata.

"Dengan perjuangan dan kolaborasi berbagai pihak, tingkat kepanikan masyarakat saat terjadi gempa sudah mulai berkurang. Ini menunjukkan pengetahuan masyarakat tentang ancaman, jalur evakuasi, dan apa yang harus dilakukan saat bencana mulai meningkat," tutur Tommy yang optimis terhadap kesadaran mitigasi warga setempat.

Meskipun tren kesadaran bencana menunjukkan arah yang positif, Tommy mengingatkan bahwa tantangan bagi semua pihak ke depan masih sangat besar. Program-program kesiapsiagaan yang telah berjalan dengan baik wajib dijaga keberlanjutannya agar pemahaman tentang mitigasi tidak terputus pada satu generasi saja. Sinergi yang kokoh antara pemerintah, BMKG, dunia pendidikan, hingga komunitas lokal diharapkan mampu menjadikan budaya sadar bencana sebagai bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Tags: Bmkg Kogami Sumatera Barat Mentawai Padang
Sumber: rri.co.id

Artikel Lainnya

Jangan Kurung Anak di Rumah, Ini Bahaya Mengintai Tumbuh Kembang Si Kecil 20 Jul 2026, 15:55
Sambut Siswa Baru, SMPN 2 Padang Kampanyekan Sekolah Ramah Bebas Perundungan 15 Jul 2026, 05:57
Terobosan Inklusif, RRI Padang Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 Ramah Tunanetra 20 Jul 2026, 16:10
Sentilan Wawako Padang untuk Mahasiswa KKN Unes, Jangan Cuma Cari Nilai! 19 Jul 2026, 19:00

Terbaru

Bikin Terharu, Pastor Johanis Mangkey Luncurkan Buku Refleksi dan Ziarah Makam Rayakan 45 Tahun Imamat 20 Jul 2026, 16:12
Dorong Perlindungan Karya Kampus, Universitas Bima Internasional MFH Resmi Luncurkan Sentra KI 20 Jul 2026, 16:11
Heboh Sekolah Sepi Peminat di Bantul, Efek Tren Anak Muda Tunda Nikah dan Punya Anak? 20 Jul 2026, 16:11
Terobosan Inklusif, RRI Padang Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 Ramah Tunanetra 20 Jul 2026, 16:10
Dua Daerah Mundur Efek Anggaran, Cabor Cricket Porprov XII NTB Resmi Dimulai Pertandingkan 4 Emas 20 Jul 2026, 16:10
Heboh Rencana SPP SMA-SMK Ditolak Dedi Mulyadi, DPRD Jabar Tetap Lanjut Bahas! 20 Jul 2026, 16:09
Heboh Program 3 Juta Rumah Subsidi, REI Sidoarjo Bongkar Tantangan Besar Pengembang! 20 Jul 2026, 16:09

Kategori

Nasional 162 artikel
Internasional 138 artikel
Olahraga 133 artikel
Ekonomi 128 artikel
Hukum 65 artikel
Entertainment 59 artikel
Bisnis 41 artikel
Budaya 38 artikel
Lingkungan 35 artikel
Teknologi 21 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Yogyakarta Spanyol Argentina Surabaya
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.