Sambut Siswa Baru, SMPN 2 Padang Kampanyekan Sekolah Ramah Bebas Perundungan
- SMP Negeri 2 Padang menyambut 255 peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
- Pihak sekolah mengusung tema 'Ramah' untuk menjamin lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari aksi perundungan.
- Para siswa baru dibagi ke dalam delapan gugus guna memudahkan adaptasi, pengenalan fasilitas, serta interaksi dengan warga sekolah.
Sebanyak 255 peserta didik baru di SMP Negeri 2 Padang mulai diperkenalkan dengan budaya belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Langkah awal penanaman karakter ini dikemas melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Program tersebut dirancang untuk membantu masa transisi siswa agar lebih mudah beradaptasi dengan iklim belajar di jenjang sekolah menengah pertama.
Kegiatan MPLS tersebut dipusatkan di lingkungan sekolah yang berlokasi di Kota Padang pada Selasa, 14 Juli 2026. Pada tahun ajaran kali ini, pihak sekolah secara khusus mengusung tema 'Hari Baru, Aman, dan Nyaman di Sekolah' (Ramah). Tema ini dipilih sebagai bentuk komitmen nyata dari pihak sekolah untuk menghadirkan suasana pembelajaran yang inklusif serta menyenangkan bagi para siswa sejak hari pertama mereka melangkah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 2 Padang, Winda Novita Sari, menuturkan bahwa kenyamanan psikologis peserta didik merupakan fondasi utama sebelum memulai transfer ilmu. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat perlindungan yang bebas dari segala bentuk intimidasi sosial. 'Kami ingin seluruh peserta didik baru merasa diterima, aman, dan nyaman di sekolah. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat mengenal lingkungan sekolah, para guru, tenaga kependidikan, serta membangun hubungan yang baik dengan seluruh warga sekolah,' tuturnya saat memberikan keterangan.
Guna memastikan efektivitas pengawasan, panitia membagi seluruh peserta MPLS ke dalam delapan gugus pembimbingan. Sistem pengelompokan berskala kecil ini dinilai efektif untuk mempercepat adaptasi sosial antarsiswa dan memudahkan komunikasi interaktif dengan guru pendamping. Selama MPLS, para siswa tidak hanya mendengarkan materi kelas, melainkan diajak langsung berkeliling mengenalkan fasilitas fisik sekolah, laboratorium, hingga organisasi kesiswaan.
Pihak sekolah berharap proses pengenalan yang humanis ini mampu memantik potensi terbaik para siswa baik di bidang akademik maupun nonakademik. Program MPLS ini diproyeksikan bukan sekadar seremonial rutin tahunan, melainkan instrumen penting untuk menyemai nilai-nilai disiplin, kebersamaan, dan toleransi sejak dini. Melalui pondasi sekolah ramah anak ini, SMPN 2 Padang optimistis dapat mencetak generasi berkarakter unggul yang tangguh tanpa perundungan.