Sentilan Wawako Padang untuk Mahasiswa KKN Unes, Jangan Cuma Cari Nilai!
- Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meminta mahasiswa KKN Universitas Ekasakti (Unes) menjadi agen perubahan dan tidak sekadar menggugurkan kewajiban akademik.
- Maigus menekankan pentingnya menjaga etika dan membangun kepercayaan dengan masyarakat setempat agar program kerja dapat berjalan berkelanjutan.
- Rektor Unes Prof. Sufyarma Marsidin menegaskan KKN-PPM ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam aspek pengabdian masyarakat.
Ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Ekasakti (Unes) mendapatkan pesan menohok dari Pemerintah Kota Padang. Mahasiswa diminta untuk tidak menjadikan program KKN sekadar formalitas akademik demi menggugurkan kewajiban kuliah atau sekadar berburu nilai. Mereka didorong untuk terjun langsung menjadi agen pemberdayaan masyarakat yang membawa inovasi nyata dan kepedulian sosial di wilayah pengabdian.
Sentilan dan motivasi tersebut dilontarkan langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat memberikan pembekalan utama di Auditorium Unes, Padang. Di hadapan ratusan mahasiswa yang bersiap diterjunkan ke berbagai daerah, Maigus menegaskan posisi strategis mahasiswa sebagai kaum intelektual. Menurutnya, ilmu teori yang selama ini mendekam di ruang-ruang kelas harus diwujudkan dalam aksi konkret yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat bawah.
Maigus juga mengingatkan bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa berada di tangan generasi muda yang berpendidikan. Oleh karena itu, momen KKN ini harus dimanfaatkan sebagai jembatan untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada warga desa. "Pendidikan adalah salah satu kunci keberhasilan dan kesuksesan bagi anak-anak kita ke depan. Manfaatkan kesempatan KKN ini untuk mengamalkan ilmu yang dimiliki sekaligus menjadi penggerak pemberdayaan masyarakat," tutur Maigus di podium.
Lebih lanjut, politisi senior ini menjabarkan bahwa indikator utama kesuksesan KKN bukan terletak pada laporan tebal yang dikumpulkan di akhir semester, melainkan dari kedekatan emosional yang terbangun. Hubungan yang harmonis dan tata krama yang baik dinilai menjadi kunci agar program kerja mahasiswa tidak ditolak oleh warga lokal. "Anda akan sukses ketika mampu membuat masyarakat merasa senang dan terbantu. Hormati masyarakat, maka mereka akan menghormati Anda. Ketika kepercayaan itu telah terbangun, Insyaallah seluruh program yang dibawa akan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang berkelanjutan," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Ekasakti, Prof. Sufyarma Marsidin, menyambut baik arahan dari Pemkot Padang tersebut. Pihak kampus menegaskan bahwa KKN-PPM merupakan instrumen wajib dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di sektor pengabdian. Kehadiran mahasiswa di lapangan diharapkan mampu menjadi pemantik pembangunan di daerah-daerah yang membutuhkan sentuhan inovasi akademis. "KKN-PPM merupakan ruang pembelajaran yang sesungguhnya bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Jadikan setiap program yang dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan masyarakat," pungkas Prof. Sufyarma.