Pemkab Solok Selatan dan TNKS Kembangkan Jalur Pendakian Gunung Kerinci
- Pemerintah Kabupaten Solok Selatan resmi menandatangani kerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat untuk mengembangkan jalur pendakian Gunung Kerinci.
- Proyek pengembangan kawasan wisata alam ini mencakup area seluas 55 hektare yang berada di wilayah Kecamatan Sangir dengan masa berlaku kontrak selama empat tahun.
- Langkah strategis ini ditargetkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar melalui sektor jasa pemandu, penginapan, kuliner, hingga produk UMKM lokal.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk mengembangkan potensi wisata alam di Sumatera Barat. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pengembangan jalur pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan. Prosesi penandatanganan tersebut berlangsung dengan khidmat di Ruang Rapat Bupati Solok Selatan.
Melalui perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengoptimalkan kawasan wisata alam seluas 55 hektare yang mencakup sebagian zona pemanfaatan, zona rehabilitasi, serta zona rimba TNKS di Kecamatan Sangir. Kerja sama yang berdurasi selama empat tahun ini memiliki opsi perpanjangan di masa mendatang berdasarkan hasil evaluasi bersama. Proyek besar ini diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi para pencinta alam dan pendaki dari berbagai belahan dunia.
Bupati Solok Selatan, Khairunas, menegaskan bahwa proyek infrastruktur hijau ini tidak sekadar membuka akses baru menuju puncak tertinggi di Sumatera tersebut. Lebih dari itu, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menjadikan jalur ini sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. 'Pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan kami siapkan sebagai destinasi wisata alam yang berkelanjutan. Tujuan utamanya bukan hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan usaha bagi masyarakat, mulai dari jasa pemandu, porter, homestay, kuliner, transportasi hingga produk UMKM lokal,' ujar Khairunas.
Dalam implementasinya, aspek pelestarian lingkungan tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditawar dalam pembangunan sarana penunjang pendakian. Seluruh program pembangunan fasilitas, peningkatan kualitas jalur, hingga promosi destinasi akan dijalankan dengan mematuhi prinsip konservasi yang ketat agar tidak mengganggu ekosistem asli TNKS. Kolaborasi ini juga akan melibatkan pemberdayaan masyarakat adat setempat agar mereka dapat mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian hutan.
Gunung Kerinci sendiri merupakan salah satu ikon wisata petualangan terbesar di Indonesia dengan ketinggian mencapai 3.805 meter di atas permukaan laut dan menyandang status sebagai salah satu dari Seven Summits Indonesia. Jalur alternatif via Solok Selatan ini menawarkan daya tarik magis berupa lanskap hutan hujan tropis yang masih sangat asri dan kaya akan keanekaragaman hayati. Ke depan, wisatawan yang datang tidak hanya disuguhkan tantangan fisik mendaki gunung, melainkan juga kekayaan budaya unik serta keramahan lokal yang khas.