Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Hukum
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Inggris
  • Iran
  • Bali
  • Yogyakarta
  • Selat Hormuz
  • Surabaya
  • Medan
Kategori
Internasional Nasional Ekonomi Olahraga Bisnis Entertainment Hukum Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Yogyakarta Selat Hormuz Surabaya Medan

Kampanye Sadar Bencana di Surabaya Prioritaskan Edukasi Kelompok Rentan

Tim Redaksi • 15 Juli 2026, 10:55 • Lingkungan
  • Kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas menjadi prioritas utama dalam kampanye sadar bencana nasional.
  • Edukator Edusantana menekankan pentingnya pengenalan mitigasi sejak dini lewat metode simulasi yang interaktif dan menyenangkan bagi anak-anak.
  • Jaringan relawan Santana telah bergerak menjangkau 117 titik di Indonesia untuk mengatasi rendahnya kesadaran mitigasi di wilayah rawan bencana.

Indonesia dikenal luas sebagai salah satu negara dengan tingkat risiko bencana alam tertinggi di dunia karena posisinya di kawasan cincin api Pasifik. Berbagai potensi bencana seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, hingga banjir mengintai masyarakat setiap waktu. Menanggapi kondisi geografis yang ekstrem ini, gerakan kampanye sadar bencana kini gencar dilaksanakan dengan memprioritaskan edukasi intensif bagi kelompok rentan yang meliputi perempuan, anak-anak, lanjut usia (lansia), serta penyandang disabilitas.

Edukator dari Edusantana, Eka Febryana Megaratry, menjelaskan bahwa kelompok rentan memerlukan perhatian khusus lantaran keterbatasan fisik dan proteksi mandiri saat situasi darurat terjadi. Menurutnya, pemahaman taktik evakuasi mandiri sangat krusial agar kepanikan massa di lapangan dapat diredam seminimal mungkin. 'Perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas merupakan kelompok yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi ketika terjadi bencana. Karena itu mereka perlu dibekali pengetahuan mengenai mitigasi, cara menyelamatkan diri, mengenali risiko di sekitar, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan ketika proses evakuasi berlangsung,' tutur Eka dalam dialog Kentongan di RRI Surabaya.

Selain menyasar kelompok dewasa, edukasi kebencanaan juga wajib ditanamkan secara konsisten sejak usia dini demi membentuk generasi yang tangguh bencana. Anak-anak dinilai memiliki daya tangkap yang baik apabila materi mitigasi dikemas lewat metode kreatif dan menyenangkan, seperti permainan interaktif atau dongeng simulatif. 'Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini tentang bagaimana merespons bencana dengan benar. Melalui simulasi, mereka dapat belajar mengenali tanda bahaya, mengetahui jalur evakuasi, hingga memahami cara meminta pertolongan tanpa merasa takut,' tambah Eka menjelaskan pentingnya visualisasi evakuasi.

Kesiapsiagaan di lapangan pun harus didukung oleh pemahaman manajemen kesehatan darurat yang mumpuni agar terhindar dari penyakit pascabencana. Tenaga kesehatan Medisantana, Evi Zuroidah, mengingatkan bahwa penguasaan pertolongan pertama dan higienitas sanitasi di posko pengungsian adalah hal mutlak yang harus dipahami oleh para penyintas. 'Ketika proses evakuasi berlangsung lebih lama, mereka harus memahami bagaimana menjaga kondisi tubuh, tetap tenang, menggunakan perlengkapan darurat dengan benar, serta mengikuti arahan petugas agar proses penyelamatan berjalan aman,' kata Evi menegaskan aspek medis di pengungsian.

Kendati ancaman bencana nyata di depan mata, kesadaran publik di berbagai wilayah rawan di Indonesia rupanya masih tergolong rendah. Sebagai contoh nyata, saat bertugas di wilayah Kabupaten OKU Selatan, tim relawan menemukan banyak masyarakat lokal yang belum memahami potensi bahaya lingkungan di sekitar permukiman mereka sendiri. Melalui pergerakan masif jaringan relawan Santana yang kini telah tersebar di 117 titik di seluruh Indonesia, sosialisasi penanganan sampah lingkungan dan larangan membuang limbah ke sungai terus digencarkan sebagai langkah mitigasi struktural paling mendasar.

Tags: Surabaya Kabupaten Oku Selatan Rri Eka Febryana Megaratry Evi Zuroidah
Sumber: rri.co.id

Artikel Lainnya

ALTI Jatim Cetak 100 Pelatih dan Race Director Trail Run Pertama di Indonesia 15 Jul 2026, 10:49
Muhammadiyah DIY Ingatkan Pentingnya Membentuk Generasi Tangguh, Cerdas, dan Bertaqwa di Tahun Ajaran Baru 15 Jul 2026, 05:44
Aksi Usil Neil si Anjing Laut Seberat 1 Ton, Bikin Resah hingga Jadi Bintang TikTok 15 Jul 2026, 11:15
Tantangan Birokrasi Surabaya, DPRD Minta Respons Cepat Aduan Warga 15 Jul 2026, 05:55

Terbaru

Pengusaha SPBU Kolombia Galang Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Venezuela 15 Jul 2026, 16:10
Heboh Ko Young Wook Minta Stop Dihujat Usai Lontarkan Candaan Ingin Jadi Aktor Film Dewasa 15 Jul 2026, 15:34
ANI Sosialisasikan Tarif Tol Khusus di Autopistas del Cafe Kolombia 15 Jul 2026, 13:04
Todd Blanche Diprediksi Mulus Jadi Jaksa Agung AS, Didukung Kubu Republik 15 Jul 2026, 12:12
Dua Rekrutan Cerdas, Manchester United Resmi Angkut Youri Tielemans dan Andrey Santos 15 Jul 2026, 12:00
DPRD Subang Dorong Penguatan Kapasitas Fiskal Daerah dalam KUA-PPAS 2027 15 Jul 2026, 11:43
Geoff Hurst Bela Sikap Cuek Jude Bellingham Terhadap Kritik Thomas Tuchel 15 Jul 2026, 11:30

Kategori

Internasional 43 artikel
Nasional 40 artikel
Ekonomi 34 artikel
Olahraga 28 artikel
Bisnis 13 artikel
Entertainment 12 artikel
Hukum 11 artikel
Budaya 8 artikel
Lingkungan 5 artikel
Teknologi 4 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Yogyakarta Selat Hormuz Surabaya Medan
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.