Muhammadiyah DIY Ingatkan Pentingnya Membentuk Generasi Tangguh, Cerdas, dan Bertaqwa di Tahun Ajaran Baru
- Memasuki tahun ajaran baru, kesadaran orang tua di Indonesia untuk mengantarkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi semakin meningkat demi mempersiapkan masa depan yang berkualitas.
- Perwakilan PW Muhammadiyah DIY, Imron Rosyid, menekankan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan ketangguhan mental dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
- Kasus pelanggaran hukum seperti korupsi oleh oknum berpendidikan tinggi menjadi bukti nyata pentingnya fondasi moral dan ilmu agama yang kuat dalam dunia pendidikan.
Memasuki tahun ajaran baru, antusiasme orang tua dalam mengantarkan putra-putri mereka ke sekolah baru terlihat sangat tinggi di berbagai daerah. Fenomena ini merefleksikan peningkatan kesadaran masyarakat Indonesia akan krusialnya pendidikan formal dalam menentukan arah masa depan anak-anak mereka. Namun, pendidikan tidak sekadar memburu nilai akademis, melainkan juga sebuah ikhtiar besar melahirkan generasi penerus yang tangguh, cerdas secara intelektual, serta kokoh dalam bertaqwa.
Pentingnya mempersiapkan generasi ideal ini diulas mendalam oleh perwakilan Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah DIY, Drs. H. Imron Rosyid, saat hadir sebagai narasumber dalam Program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Yogyakarta pada Selasa, 14 Juli 2026. Dalam pemaparannya, beliau menyoroti tantangan zaman yang semakin kompleks dan membutuhkan kesiapan karakter yang komprehensif dari para pelajar sejak dini.
Imron menekankan bahwa kecerdasan intelektual tanpa benteng moral kerap kali menjadi bumerang bagi kehidupan berbangsa. 'Saat ini kita sering menjumpai orang-orang yang memiliki pendidikan tinggi, bahkan memiliki gelar akademik maupun jabatan strategis, namun pada akhirnya masih ada yang terjerumus dalam tindak kejahatan, seperti korupsi, penyalahgunaan jabatan, maupun berbagai bentuk pelanggaran hukum lainnya,' ujar Imron mengkritisi realitas sosial saat ini.
Menurutnya, fenomena tersebut membuktikan bahwa penguasaan sains dan teknologi saja tidak pernah cukup jika tidak diimbangi dengan fondasi spiritual. 'Pribadi yang berbekal hanya dengan ilmu pengetahuan saja belum cukup, apabila generasi itu tidak dibarengi dengan ilmu agama yang kuat guna meningkatkan ketakwaan dan berakhlak yang baik,' ucapnya menambahkan. Sinergi antara ilmu umum dan ilmu agama inilah yang diyakini mampu melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas.
Lebih jauh, Imron membandingkan bagaimana negara-negara maju mampu memimpin peradaban dunia karena fokus pada investasi manusia melalui pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. Ada tiga pilar utama yang saling mengikat, yaitu kecerdasan untuk menjawab tantangan zaman, ketangguhan agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi ujian hidup, serta ketaqwaan sebagai jangkar moral. Nilai ketaqwaan inilah yang menjamin ilmu pengetahuan digunakan untuk kemaslahatan bersama, bukan untuk merusak.