Pemerintah Indonesia tengah menjajaki penggunaan teknologi modular dari China guna mempercepat pembangunan rumah susun di kawasan perkotaan yang padat. Kementerian PKP bersama pihak China bahkan akan membentuk tim khusus untuk mengkaji aspek teknis kerja sama ini.
“"Masih panjang itu, jadi pas pertemuan kemarin kan kita melihat posibiliti kerjasama. Tentu salah satunya kan karena Cina punya teknologi yang seperti yang modular gitu ya, itu kemudian didiskusikan," ujar Sri Haryati.”
— Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman
Pemerintah Indonesia tengah menjajaki kemungkinan penggunaan teknologi modular dari China untuk pembangunan rumah susun, terutama dalam menjawab kebutuhan hunian di kawasan perkotaan yang padat. Penjajakan strategis tersebut kini mulai masuk ke tahap pembahasan teknis yang lebih mendalam.
Nantinya, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan membentuk tim khusus bersama pihak China untuk membahas mekanisme kerja sama tersebut secara komprehensif. Langkah ini diambil guna mengeksplorasi solusi perumahan yang efisien bagi masyarakat perkotaan.
Direktur Jenderal Kawasan Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, mengatakan bahwa teknologi modular menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan antara pemerintah Indonesia dan pihak China.
"Masih panjang itu, jadi pas pertemuan kemarin kan kita melihat posibiliti kerjasama. Tentu salah satunya kan karena Cina punya teknologi yang seperti yang modular gitu ya, itu kemudian didiskusikan," ujar Sri saat ditemui di kantornya di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Tahap Pembahasan Teknis dan Pembentukan Tim Khusus
Menurut Sri Haryati, kerja sama tersebut saat ini belum sampai pada tahap penerapan langsung teknologi di proyek rumah susun nasional. Pemerintah masih perlu membahas lebih lanjut mengenai mekanisme serta bentuk kerja sama yang paling ideal.
Untuk merealisasikannya, tim dari Kementerian PKP dan pihak China akan bekerja bersama untuk merumuskan berbagai aspek teknis yang diperlukan dalam proyek pembangunan masa depan.
"Nah, nanti dibikin tim khusus juga, tim dari PKP dan tim dari Timkok ya. Nah, ini hari Selasa ya, kalau nggak salah tadi Pak Robi sampaikan, kita tim teknis juga akan segera merapatkan bagaimana mekanismenya," kata Sri menjelaskan.
Penjajakan teknologi modular tersebut dinilai sangat relevan di tengah tingginya kebutuhan pembangunan rumah susun di kawasan perkotaan yang menghadapi masalah keterbatasan lahan.
Read Also
Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp17.695 per Dolar AS Pagi Ini
Nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level Rp17.695 per dolar AS pada...
Regan Harney Gandeng Bali United Luncurkan Koleksi Jam Tangan Lokal Pertama
Brand jam tangan lokal Regan Harney resmi menjalin kemitraan strategis...
Menteri Keuangan Purbaya Bocorkan Hasil Pertemuan dengan Pengusaha Rokok Ilegal
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan hasil pertemuannya dengan...
Sejarah Krone Swedia Mata Uang Resmi Kerajaan Swedia
Krone Swedia dengan kode SEK adalah mata uang resmi Kerajaan Swedia yang...
Solusi Keterbatasan Lahan dan Tata Kelola Kerja Sama
Dengan keterbatasan ruang di kota-kota besar Indonesia, pembangunan secara vertikal melalui rumah susun menjadi salah satu pilihan utama untuk menyediakan hunian layak tanpa membutuhkan lahan seluas rumah tapak.
Teknologi modular sendiri pada prinsipnya memungkinkan sejumlah bagian bangunan diproduksi dengan sistem yang lebih terstandar sebelum akhirnya dirakit langsung di lokasi proyek.
Namun, pemerintah tetap perlu memastikan bahwa teknologi yang ditawarkan benar-benar dapat diterapkan secara optimal sesuai dengan kebutuhan spesifik pembangunan rumah susun di dalam negeri.
Sri Haryati menegaskan bahwa aspek keberlanjutan dan tata kelola kerja sama menjadi perhatian utama agar proyek ini memberikan manfaat jangka panjang yang transparan dan akuntabel.