Loading...

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.695 per Dolar AS Pagi Ini

2026-09-03 BUSINESS RUPIAH, DOLAR, EKONOMI
Ilustrasi nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS di pasar keuangan

Ilustrasi nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS di pasar keuangan

Share:

Nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level Rp17.695 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi. Penguatan mata uang Garuda ini ditopang oleh koreksi dolar AS menyusul data ketenagakerjaan ADP yang lebih lemah dari perkiraan.

“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data pekerjaan AS, ADP, yang lebih lemah. Namun penguatan akan terbatas oleh eskalasi di Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang tinggi," ujar Analis Doo Financial Futures Lukman Leong.”

— Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.695 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi. Mata uang Garuda tercatat menguat sebesar 68 poin atau 0,38 persen jika dibandingkan dengan posisi pada perdagangan sebelumnya.

Pergerakan positif rupiah ini terjadi seiring dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga bergerak menguat terhadap dolar AS pada awal sesi perdagangan.

Berdasarkan pantauan pasar regional, penguatan mata uang Asia meliputi yuan China yang naik 0,03 persen, dolar Singapura menguat 0,03 persen, serta peso Filipina yang naik 0,04 persen.

Selain itu, penguatan juga dialami oleh yen Jepang yang bertambah 0,11 persen dan ringgit Malaysia yang terapresiasi sebesar 0,19 persen di hadapan mata uang Paman Sam.

Dinamika Mata Uang Regional dan Global

Di tengah tren penguatan mayoritas mata uang Asia, sejumlah mata uang regional lainnya justru tercatat mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada sesi pagi ini.

Won Korea Selatan tercatat terdepresiasi sebesar 0,05 persen, sementara dolar Hong Kong mengalami koreksi tipis sebesar 0,01 persen pada awal perdagangan.

Untuk kelompok mata uang utama negara maju, pergerakan terpantau bervariasi dengan euro Eropa turun 0,01 persen, poundsterling Inggris melemah 0,01 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,04 persen.

Sementara itu, pergerakan positif dicatat oleh dolar Kanada yang menguat 0,04 persen, sedangkan franc Swiss terpantau bergerak datar tanpa perubahan signifikan.

Faktor Pendorong dan Proyeksi Pasar

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah didorong oleh koreksi dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan ADP Amerika Serikat yang menunjukkan hasil lebih lemah.

Meskipun demikian, ia menilai ruang penguatan rupiah masih akan tertahan oleh sejumlah sentimen negatif global yang membayangi pasar keuangan internasional.

Lukman Leong menyampaikan pandangannya mengenai kondisi tersebut. "Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data pekerjaan AS, ADP, yang lebih lemah. Namun penguatan akan terbatas oleh eskalasi di Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang tinggi," ujarnya kepada media.

Berdasarkan proyeksi analis, rentang pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini diperkirakan berada di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Leave a Comment