Trump Pangkas 90 Persen Luas Dua Monumen Nasional Utah, Picu Kemarahan Suku Adat
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi memangkas sekitar 90 persen luas wilayah Monumen Nasional Bears Ears dan Grand Staircase-Escalante di Utah.
- Langkah ini diambil guna membuka akses eksploitasi cadangan batu bara serta uranium yang selama ini dilindungi oleh regulasi era pemerintahan Demokrat.
- Keputusan tersebut menuai kecaman keras dari para pemimpin suku adat Navajo yang menganggap kawasan lindung tersebut sebagai tanah suci leluhur mereka.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi memangkas drastis luas wilayah dua monumen nasional di negara bagian Utah, yakni Bears Ears dan Grand Staircase-Escalante. Kebijakan ini sekaligus mencabut status perlindungan lingkungan yang sebelumnya ditetapkan oleh para presiden terdahulu dari Partai Demokrat. Langkah kontroversial ini diambil demi membuka jalan bagi eksploitasi komersial atas kekayaan alam yang terkandung di dalam kawasan tersebut.
Kawasan Bears Ears dan Grand Staircase-Escalante di selatan Utah dikenal memiliki situs pemukiman tebing kuno, petroglif, serta ngarai yang indah. Namun, di bawah permukaan tanahnya juga tersimpan cadangan batu bara dan uranium yang sangat besar, yang sejak lama ingin dimanfaatkan oleh para pejabat lokal untuk kepentingan industri. Melalui dekrit kepresidenan berdasarkan Undang-Undang Barang Antik (Antiquities Act), Trump memotong luas kedua monumen nasional itu hingga tersisa kurang dari 123.000 hektare secara gabungan.
Keputusan ini memicu kemarahan mendalam dari komunitas masyarakat adat setempat yang menganggap wilayah tersebut suci. Davina Smith-Idjesa, perwakilan dari Bangsa Navajo sekaligus salah satu ketua Koalisi Antar-Suku Bears Ears, menyatakan bahwa keputusan ini sangat menyakitkan hati masyarakat adat. 'Dari perspektif Navajo, Bears Ears bukan sekadar sebidang tanah publik federal biasa. Ini adalah situs budaya hidup yang menyimpan sejarah kami, upacara adat, makanan tradisional, obat-obatan, serta jejak kaki para leluhur kami,' ujar Smith-Idjesa dengan nada kecewa.
Di sisi lain, kubu Republik menyambut baik keputusan ini sebagai kemenangan bagi otonomi daerah dan perekonomian lokal. Gubernur Utah, Spencer Cox, yang turut mendampingi Trump saat penandatanganan dokumen di Gedung Putih, menyatakan dukungannya secara terbuka. 'Ini adalah hari besar bagi Utah. Penetapan monumen nasional ini seharusnya hanya mencakup area sekecil mungkin yang memang benar-benar diperlukan untuk melindungi benda bersejarah,' kata Cox menegaskan pandangannya.
Langkah Trump memangkas kawasan lindung ini dipandang sebagai bagian dari agenda besar Partai Republik untuk merombak pengelolaan tanah publik di wilayah barat Amerika Serikat. Pemerintahan Trump secara konsisten berupaya memperluas izin pengeboran minyak, penambangan, serta penebangan kayu di lahan milik negara guna memacu pertumbuhan sektor energi nasional. Sebaliknya, kubu Demokrat menilai kebijakan ini sebagai bentuk pengabaian terhadap kelestarian lingkungan demi keuntungan korporasi semata.