Momen Haru Warga Gaza Nobar Final Piala Dunia 2026, Luapan Kegembiraan Usai Spanyol Juara
- Ribuan warga Gaza merayakan kemenangan Timnas Spanyol atas Argentina dalam laga Final Piala Dunia 2026 di tengah lokasi pengungsian dan reruntuhan.
- Warga Palestina memberikan dukungan penuh kepada La Roja sebagai bentuk apresiasi atas ketegasan Pemerintah Spanyol membela kemerdekaan Palestina.
- Gol penentu Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu memicu sorak-sorai dan selebrasi emosional warga Gaza yang rindu akan hiburan serta kebahagiaan.
Suasana penuh emosi dan kegembiraan menyeruak di tengah reruntuhan bangunan Kota Gaza saat ribuan warga berkumpul menggelar acara nonton bareng (nobar) laga Final Piala Dunia 2026. Warga yang sebagian besar mengenakan jersey tim nasional Spanyol bersorak gembira merayakan keberhasilan skuad La Roja menundukkan Argentina. Momen langka ini menjadi oase kebahagiaan bagi rakyat Palestina yang telah lama mengarungi penderitaan akibat konflik bersenjata.
Sorak-sorai histeris pecah ketika penyerang Spanyol, Ferran Torres, berhasil membobol gawang Argentina pada menit ke-106 masa perpanjangan waktu. Ratusan penonton spontan mengangkat kursi plastik mereka ke udara sambil memeluk satu sama lain demi merayakan gol penentu gelar juara tersebut. Dukungan masif warga Gaza kepada Spanyol sejatinya bukan sekadar urusan olahraga, melainkan bentuk ikatan emosional atas ketegasan politik Negeri Matador.
Sejak konflik memanas pada Oktober 2023, Pemerintah Spanyol di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Pedro Sánchez dikenal konsisten menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Ketegangan diplomatik bahkan memuncak pada Maret 2026 ketika Spanyol secara permanen menarik duta besarnya dari Israel sebagai bentuk protes keras. Sikap berani Madrid yang tak segan mengkritik aksi militer Israel membuat simpati masyarakat Palestina mengalir deras.
Kedekatan psikologis ini merambah hingga ke lapangan hijau dan kehidupan sehari-hari warga pengungsi. Mohammad Attallah, seorang pengacara berusia 43 tahun dari Kota Gaza, menuturkan bahwa masyarakat Palestina pada dasarnya sangat mencintai sepak bola. "Kami adalah orang-orang yang mencintai kehidupan dan sepak bola, tetapi sikap tegas Spanyol selama perang membuat kami merasa jauh lebih dekat dengan tim nasional mereka," ungkap Attallah.
Bahkan sebelum laga final melawan Argentina digelar, warga Gaza sudah memperlihatkan dukungan total untuk Spanyol, termasuk saat La Roja berhadapan dengan Arab Saudi di babak sebelumnya. Meski Arab Saudi merupakan sesama negara Arab, mayoritas warga Gaza justru memilih mendukung Spanyol karena apresiasi atas solidaritas kemanusiaan. Kemenangan Spanyol di panggung tertinggi sepak bola dunia pun menjadi hiburan yang sangat bermakna bagi warga yang merindukan kedamaian.