Final Piala Dunia 2026 Memanas, Spanyol Diunggulkan Hancurkan Impian Messi dan Argentina
- Spanyol diunggulkan memenangkan Piala Dunia 2026 dengan peluang 59,6 persen berdasarkan simulasi superkomputer Opta.
- Laga final antara Spanyol dan Argentina ini dibayangi oleh ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan hebat di Kanada.
- Kapten Argentina Lionel Messi menuliskan pesan emosional di Instagram mengenai perjalanan indahnya bersama tim nasional menjelang laga penentu.
Pertandingan akbar yang dinantikan pencinta sepak bola sejagat segera tiba saat Spanyol dan Argentina bentrok dalam laga final Piala Dunia 2026 di New Jersey, Amerika Serikat. Duel bergengsi ini tidak hanya memperebutkan trofi emas yang ikonik, tetapi juga tempat abadi dalam sejarah sepak bola dunia. Pertemuan ini menjadi sangat menarik karena merupakan pertemuan kedua bagi kedua tim di sepanjang sejarah Piala Dunia, setelah sebelumnya Argentina mengalahkan Spanyol 2-1 pada fase grup tahun 1966 silam.
Menjelang sepak mula, tensi pertandingan sudah terasa sangat tinggi di luar lapangan hijau dengan berbagai prediksi yang bermunculan. Berdasarkan kalkulasi canggih dari superkomputer Opta melalui 25.000 simulasi pertandingan, Spanyol keluar sebagai favorit kuat untuk mengangkat trofi juara. Tim Matador tercatat memiliki peluang sebesar 59,6 persen untuk menang, sementara Argentina hanya mengantongi 40.4 persen peluang untuk mempertahankan gelar juara mereka. Jika hanya melihat waktu normal 90 menit, Spanyol memiliki probabilitas menang sebesar 45 persen, berbanding 26 persen milik sang juara bertahan.
Di sisi lain, persiapan laga final berskala besar ini sempat terganggu oleh faktor non-teknis berupa kabut asap tebal akibat kebakaran hutan di Kanada yang menyelimuti wilayah timur laut Amerika Serikat. Pihak berwenang New York bahkan sempat mengeluarkan peringatan kesehatan bagi warga untuk mengurangi aktivitas luar ruangan yang berat karena kualitas air yang buruk. Beruntung, hembusan angin dingin yang diperkirakan datang tepat pada akhir pekan akan membantu menyapu asap berbahaya tersebut tepat sebelum pertandingan dimulai. Laga ini sendiri diprediksi akan dipadati oleh lebih dari 80.000 penonton di Stadion New York New Jersey dan 50.000 pasang mata lainnya di Central Park.
Menyambut laga krusial yang bisa jadi menjadi panggung terakhirnya, megabintang Argentina Lionel Messi membagikan sebuah pesan emosional melalui akun Instagram pribadinya. Pemain berjuluk La Pulga tersebut merefleksikan tahun-tahun indahnya mengenakan seragam kebesaran tim nasional dan menyatakan bahwa proses kebersamaan jauh lebih bernilai dibanding trofi. "Hal terindah dari tahun-tahun ini bukanlah sekadar gelar juara, melainkan seluruh perjalanan yang telah dilalui," tulis Messi dengan penuh haru di media sosialnya.
Pertandingan penentu ini dipastikan akan dipimpin oleh wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, yang dikenal tegas selama memimpin jalannya turnamen kali ini. Di luar urusan taktik, atmosfer kota New York telah berubah total menjadi lautan biru langit dan putih khas pendukung Argentina, khususnya di kawasan Times Square. Dukungan politik juga mengalir untuk Argentina setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada negara Amerika Latin tersebut demi menghormati hubungan baiknya dengan Presiden Javier Milei.