Duel Penebusan Finalissima, Spanyol dan Argentina Bentrok di Final Piala Dunia 2026
- Spanyol dan Argentina dipastikan bentrok di babak Final Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya laga Finalissima mereka batal digelar.
- Pertandingan perebutan takhta tertinggi sepak bola dunia ini akan diselenggarakan di Stadion New York New Jersey.
- Pembatalan Finalissima sebelumnya dipicu oleh konflik di Timur Tengah serta ketidaksepakatan mengenai lokasi stadion pengganti.
Takdir mempunyai cara tersendiri untuk mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia di panggung tertinggi. Setelah sempat batal bersua dalam ajang Finalissima, tim nasional Spanyol dan Argentina kini dipastikan akan saling menjegal di laga paling bergengsi, yakni Final Piala Dunia 2026. Pertandingan ini menjadi momentum pembuktian bagi kedua tim.
Laga puncak yang mempertemukan Spanyol selaku jawara Eropa (UEFA) dan Argentina sebagai penguasa Copa America (CONMEBOL) ini diprediksi berjalan sangat ketat. Partai hidup-mati tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion New York New Jersey pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Bagi para pencinta sepak bola di Indonesia, laga ini bisa disaksikan pada Senin (20/7/2026) dini hari pukul 02.00 WIB.
Pertemuan kedua raksasa ini sebenarnya menyimpan cerita yang cukup emosional bagi kedua belah pihak. Jauh sebelum menapakkan kaki di final Piala Dunia, Spanyol dan Argentina awalnya dijadwalkan bertarung dalam ajang Finalissima 2026. Laga prestisius tersebut sedianya mempertemukan juara bertahan dari dua benua untuk menentukan siapa yang terbaik.
Namun, duel super sengit itu terpaksa dibatalkan pada 15 Maret 2026 akibat jalan buntu dalam penentuan stadion penyelenggara. Awalnya, Stadion Lusail di Qatar dibidik menjadi saksi bisu laga ini. Sayangnya, situasi memanas di kawasan Timur Tengah menyusul serangan rudal pada akhir Februari lalu memaksa Qatar menghentikan seluruh aktivitas olahraganya.
Negosiasi di balik layar setelah itu sempat berjalan alot karena ego masing-masing federasi. UEFA bersama Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) ngotot mengajukan Stadion Santiago Bernabeu di Madrid sebagai lokasi pengganti. Di sisi lain, CONMEBOL dan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) tak mau kalah dengan mengusulkan Stadion Monumental di Buenos Aires hingga akhirnya laga resmi dibatalkan.
Meski sempat digagalkan oleh diplomasi meja hijau, semesta tampaknya tetap menginginkan kedua tim ini saling berhadapan di lapangan hijau. Melalui perjuangan panjang dan dramatis sepanjang turnamen, baik Tim Matador maupun Albiceleste sukses menyapu bersih lawan-lawannya. Laga di New York nanti akan menjadi pembuktian takdir tentang siapa yang berhak mengangkat trofi emas paling sakral di bumi.