Putaran Keenam Rampung, Lebanon dan Israel Sepakati Zona Uji Coba Penarikan Pasukan
- Lebanon dan Israel menyelesaikan putaran keenam perundingan damai di Roma, Italia, yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
- Pertemuan tersebut menyepakati pembentukan zona uji coba di Lebanon selatan sebagai langkah awal penarikan mundur pasukan Israel.
- Berdasarkan kesepakatan 26 Juni, wilayah penarikan pasukan akan diserahkan kepada militer Lebanon seiring pelucutan senjata Hezbollah.
Pemerintah Lebanon dan Israel telah menyelesaikan putaran keenam perundingan diplomatik yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) di Roma, Italia. Pertemuan dua hari tersebut berfokus pada rencana pembentukan "zona uji coba" di wilayah Lebanon selatan, yang akan menjadi titik awal penarikan mundur pasukan militer Israel. Perwakilan dari AS menyebutkan bahwa jalannya diskusi yang berakhir pada hari Rabu waktu setempat itu berlangsung sangat produktif dan positif bagi kedua belah pihak.
Berdasarkan kesepakatan awal yang dimediasi AS pada 26 Juni lalu, militer Israel diharuskan menarik diri dari sebagian besar wilayah Lebanon selatan yang saat ini mereka duduki. Sebagai imbalannya, kelompok Hezbollah yang didukung penuh oleh Iran wajib melucuti senjatanya di wilayah tersebut. Proyek percontohan ini nantinya akan dimulai di beberapa zona uji coba, di mana kendali keamanan sepenuhnya akan diserahkan dari militer Israel kepada Angkatan Darat Lebanon.
Meski pernyataan resmi dari AS tidak memerinci lokasi pasti zona uji coba tersebut, sejumlah sumber pemerintah mengindikasikan beberapa wilayah strategis yang sedang dibahas. Kantor berita Jerman, dpa, melaporkan bahwa wilayah-wilayah yang masuk dalam daftar diskusi meliputi kota Zawtar al-Gharbiyah, Zawtar al-Sharqiyah, al-Ghandouriyah, Burj Qalawiyah, Sarifa, dan Frun. Ke depan, militer Lebanon memiliki tugas berat untuk memastikan wilayah-wilayah percontohan tersebut sepenuhnya bersih dari keberadaan milisi Hezbollah.
Kendati demikian, jalan menuju perdamaian abadi masih dipenuhi tantangan karena Hezbollah menolak keras untuk melucuti senjata mereka tanpa tekanan langsung dari Iran. Sementara itu, konflik bersenjata yang pecah sejak Maret lalu telah merenggut lebih dari 4.000 jiwa warga Lebanon dan memaksa satu juta orang mengungsi dari rumah mereka. Di pihak lain, setidaknya 32 tentara dan 4 warga sipil Israel dilaporkan tewas akibat serangan balasan dari Hezbollah selama masa pertempuran tersebut berlangsung.
Direktur kebijakan dari lembaga pemikir Badil, Sami Halabi, menilai bahwa inisiatif zona uji coba ini akan menjadi ujian krusial bagi kedaulatan Lebanon serta komitmen Israel untuk mundur. Menurutnya, transisi ini sangat sensitif dan bisa memicu konflik skala penuh kembali apabila terjadi kesalahan langkah kecil sekalipun dari kedua belah pihak. Perundingan kini resmi memasuki fase teknis guna menyusun kesepakatan komprehensif yang diharapkan mampu meredam ketegangan di kawasan Timur Tengah.