Donald Trump Tuntut Peninjauan Panduan Sains Hakim AS, Sebut Ada Penipuan Politik
- Presiden AS Donald Trump memerintahkan pejabat federal untuk meninjau panduan bukti ilmiah yang digunakan oleh hakim-hakim federal.
- Trump menilai manual ilmiah mengenai perubahan iklim tersebut memuat informasi yang terdiskreditkan dan memicu kerugian besar bagi Amerika Serikat.
- Bab khusus mengenai perubahan iklim sebelumnya sempat ditarik dari manual tersebut setelah mendapat protes keras dari para jaksa agung Partai Republik.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan peninjauan ulang terhadap panduan referensi ilmiah yang digunakan oleh hakim federal dalam menangani kasus-kasus terkait perubahan iklim. Melalui unggahannya di platform Truth Social, Trump menuduh dokumen acuan tersebut memuat informasi yang telah "terdiskreditkan" dan membawa "kerugian besar" bagi perekonomian negara.
"Hakim-hakim Federal Bangsa Kita berhak mendapatkan Fakta dan Sains, bukan Penipuan Politik dan Sains Palsu tentang Iklim," tulis Trump dalam unggahannya. Ia juga menambahkan instruksi tegas kepada jajarannya: "Dengan KEBENARAN ini, saya dengan ini memerintahkan Pejabat Penangguhan dan Penolakan Federal untuk meninjau perilaku ini."
Pernyataan keras tersebut langsung memicu tanda tanya besar di kalangan hukum dan publik karena tidak disebutkan secara pasti "perilaku" atau tindakan spesifik apa yang harus diinvestigasi oleh pejabat federal. Pihak Gedung Putih pun belum memberikan tanggapan resmi atau klarifikasi lebih lanjut terkait instruksi mendadak sang Presiden.
Perselisihan mengenai panduan ilmiah bagi para hakim ini sebenarnya telah memanas sejak awal tahun. Badan yudisial federal AS sempat menarik bab khusus mengenai perubahan iklim dari edisi terbaru panduan ilmiah tersebut setelah mendapat penolakan keras dan tuduhan bias terhadap industri bahan bakar fosil dari para jaksa agung negara bagian asal Partai Republik.
Adapun manual bertajuk Reference Manual for Scientific Evidence edisi keempat yang diterbitkan Federal Judicial Center bersama National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine itu sejatinya dirancang untuk membantu hakim mengevaluasi kesaksian ahli. Khusus bab perubahan iklim yang memicu kontroversi tersebut ditulis oleh akademisi kenamaan Jessica Wentz dan Radley Horton dari Columbia Law School.