Perjuangan 11 Tahun Petronar, Siap Menjadi Tulang Punggung Pasokan BBM di Narino
- Perusahaan infrastruktur BBM Petronar resmi menjadi pilar utama dalam rencana baru pemenuhan pasokan bahan bakar minyak di Departemen Narino, Kolombia.
- Direktur Utama Petronar Mario Andres Guevara mengungkapkan bahwa pencapaian ini diraih setelah melalui perjalanan panjang selama 11 tahun yang diwarnai gugatan hukum dan hambatan birokrasi.
- Fasilitas baru Petronar dirancang untuk menekan risiko kelangkaan BBM dan mengurangi kerugian distribusi akibat keterbatasan jalur transportasi darat di wilayah tersebut.
Kementerian Pertambangan dan Energi Kolombia secara resmi menetapkan rencana baru untuk memperkuat skema distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Departemen Narino. Di balik pengumuman strategis tersebut, terdapat perjuangan panjang dari Petronar, perusahaan pengolah dan penyedia infrastruktur BBM yang kini memegang peranan vital. Perusahaan tersebut harus menempuh proses melelahkan yang dipenuhi penundaan, perselisihan hukum, hingga hambatan administratif selama lebih dari satu dekade.
Direktur Utama Petronar, Mario Andres Guevara, mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan fasilitas terminal BBM ini sebenarnya sudah mulai dirancang sejak 11 tahun lalu. Perusahaan sendiri secara resmi terdaftar di Kamar Dagang setempat pada 24 Juni 2016 dengan visi utama mengatasi krisis pasokan BBM kronis di Narino. Wilayah tersebut diketahui tidak terhubung dengan jaringan pipa nasional dan sangat bergantung pada rute darat yang tergolong rentan.
Dalam perjalanannya, Petronar harus menghadapi serangkaian tuntutan hukum yang membendung rencana operasinya, mulai dari gugatan masyarakat hingga permohonan pembatalan izin. Guevara menjelaskan bahwa seluruh proses peradilan tersebut akhirnya berhasil dimenangkan oleh pihak perusahaan, baik di tingkat pertama maupun banding. Kendati demikian, tantangan tidak berhenti di sana karena mereka masih harus berhadapan dengan proses perizinan birokrasi di kementerian.
"Prosedur administratif yang biasanya hanya memakan waktu sekitar empat bulan, pada kenyataannya harus memakan waktu hingga satu tahun sembilan bulan," kata Guevara saat menggambarkan rumitnya proses untuk mendapatkan izin integrasi fasilitas ke dalam sistem distribusi nasional. Keterlambatan tersebut sempat menahan kapasitas operasional perusahaan dalam membantu kestabilan energi di wilayah perbatasan.
Dengan berlakunya skema baru ini, fasilitas Petronar diharapkan dapat menekan potensi kelangkaan BBM dan meminimalkan tingkat kebocoran atau kerugian distribusi selama proses pengangkutan. Guevara optimistis kehadiran infrastruktur terintegrasi ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi lokal, tetapi juga memaksimalkan manfaat rejim bahan bakar wilayah perbatasan demi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Narino secara berkelanjutan.