Polda Bali Back Up Penyelidikan Pembunuhan Pedagang Lawar Nyoman Cita, Polisi Periksa Rekaman CCTV
- Polda Bali resmi memberikan dukungan penuh kepada Polres Klungkung untuk mempercepat penyelidikan kasus dugaan pembunuhan pedagang lawar godel, I Nyoman Cita.
- Penyidik gabungan kini memfokuskan pencarian petunjuk dengan memeriksa tiga unit rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di rumah pribadi dan warung milik korban.
- Keluarga korban berharap pemeriksaan rekaman kamera pengawas tersebut dapat segera memberikan titik terang dan mengungkap pelaku penusukan keji ini.
Kasus dugaan pembunuhan sadis yang menimpa I Nyoman Cita (50) alias Nyoman Colik, seorang pedagang lawar godel asal Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali kini mendapatkan atensi serius dari aparat kepolisian tingkat provinsi. Untuk mempercepat pengungkapan perkara ini, Polda Bali secara resmi menurunkan tim guna memberikan dukungan penuh kepada Polres Klungkung. Korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sejumlah luka tusuk di aliran Sungai Bubuh.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy mengonfirmasi langsung keterlibatan tim dari kepolisian daerah dalam penanganan kasus tersebut. Langkah proaktif ini diambil guna memastikan penyelidikan di lapangan berjalan secara komprehensif dan cepat. 'Polda backup pengungkapan,' ujar Ariasandy singkat saat dimintai konfirmasi oleh awak media mengenai keterlibatan personel polda pada Rabu, 15 Juli 2026.
Fokus utama penyidik gabungan saat ini mengarah pada penelusuran aktivitas terakhir korban sebelum ia ditemukan tidak bernyawa. Polisi mulai menyisir dan memeriksa secara saksama setiap rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar lokasi tinggal korban. Pemeriksaan tidak hanya menyasar kamera pemantau yang terpasang di rumah kediaman pribadi korban, tetapi juga unit kamera yang dipasang di warung makan lawar miliknya yang terletak di sepanjang jalur strategis Bypass Ida Bagus Mantra.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa menjelaskan bahwa tim penyidik memang telah mendatangi pihak keluarga untuk melancarkan proses penyelidikan lebih lanjut. Langkah mendatangi kediaman korban ini dinilai vital untuk menjaring petunjuk awal yang mungkin tercecer di sekitar tempat kejadian atau rute perjalanan korban. 'Benar. Di sana mencari petunjuk,' ungkap Dewa Nyoman Alit Purnawibawa menjelaskan aktivitas penyisiran barang bukti tersebut.
Pihak keluarga membenarkan adanya langkah cepat yang diambil oleh aparat kepolisian dalam mengamankan rekaman video pengawas tersebut. Putra korban, I Gede Rangga Winata (17) membeberkan bahwa setidaknya ada tiga titik kamera CCTV yang diperiksa intensif, yakni dua unit di dalam rumah dan satu unit di area usaha kuliner ayahnya. 'Polisi sudah sempat ke rumah sama ke warung untuk cek CCTV,' tutur Rangga seraya berharap agar pelaku penusukan ayahnya dapat segera diringkus dan diadili seadil-adilnya.