Bukan yang Pertama, Nomor Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Diduga Pernah Resahkan Warga
- Ketua RT setempat mengungkapkan pelaku teror bom SDN Srengseng Sawah 15 berinisial MY diduga pernah meneror warga sekitar sebelumnya.
- Nomor telepon WhatsApp yang digunakan pelaku saat ini terdeteksi identik dengan nomor yang dipakai dalam kasus teror bom beberapa tahun lalu.
- Keluarga pelaku kini telah mengungsi demi menghindari perhatian publik sementara polisi terus mendalami motif pelaku.
Kasus ancaman teror bom yang melanda SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, membuka tabir lama mengenai rekam jejak pelaku. Ketua RT 03/RW 04 Srengseng Sawah, Anton Sianipar, membeberkan bahwa teror semacam ini bukanlah hal baru di lingkungannya. Pelaku berinisial MY (34) alias Alan diduga kuat juga berada di balik serangkaian aksi teror yang sempat meresahkan warga sekitar beberapa waktu silam.
Anton mengaku dirinya sendiri pernah menjadi sasaran fitnah dan teror psikologis yang dilakukan oleh MY. Akibat ulah pelaku, nama baik Anton sempat tercoreng di hadapan warganya karena dituduh melakukan tindakan tidak terpuji. 'Nama saya sempat jelek di lingkungan karena diteror yang aneh-anehlah, kesannya saya melecehkan wanita, ibu-ibu gitu. Padahal saya enggak,' ujar Anton saat ditemui di kediamannya pada Rabu (15/7/2026).
Bukan hanya fitnah personal, aksi teror bom di lingkungan RT 03 tersebut rupanya juga pernah terjadi beberapa tahun lalu dan menyasar salah satu rumah warga. Setelah ditelusuri lebih lanjut, nomor kontak WhatsApp yang digunakan pelaku untuk mengancam SDN Srengseng Sawah 15 ternyata memiliki kecocokan dengan nomor lama tersebut. 'Setelah kami telusuri, nomor yang beredar di WhatsApp itu nomornya itu identik dengan nomor yang dahulu kala pernah melakukan teror gitu,' ungkap Anton menjelaskan kemiripan tersebut.
Saat teror bom pertama terjadi beberapa tahun lalu, aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan sebenarnya sudah sempat turun tangan melakukan penyisiran ke lokasi kejadian. Kendati demikian, penyelidikan kala itu tidak berlanjut hingga proses berita acara pemeriksaan (BAP) karena satu dan lain hal. Kini dengan munculnya kasus baru, pihak kepolisian kembali melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap motif asli pelaku yang keterangannya kerap berubah-ubah.
Pasca-penangkapan MY, situasi di lingkungan tempat tinggal pelaku berangsur kondusif dan tenang kembali. Namun, demi menghindari sorotan publik dan menjaga keamanan psikologis, istri serta kedua anak MY kini telah diungsikan ke rumah orang tua pihak istri. Warga sendiri mengaku terkejut dengan kejadian ini karena sebelum ditangkap, MY masih terlihat bersosialisasi dan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa menunjukkan gelagat yang mencurigakan.