Cegah Kejahatan Jalanan, Polrestabes Bandung Gencarkan Patroli Malam
- Polrestabes Bandung mengintensifkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dan menerjunkan Tim Prabu untuk menekan angka kejahatan jalanan pada malam hari.
- Fokus utama patroli malam ini menyasar pada antisipasi tindak pidana C3 (curat, curas, curanmor), aksi premanisme, hingga konvoi kelompok bermotor yang meresahkan.
- Masyarakat diimbau aktif memanfaatkan layanan darurat bebas pulsa 110 untuk mempercepat respons pihak kepolisian dalam menindak gangguan kamtibmas.
Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung terus memperketat pengamanan di wilayah hukumnya dengan mengintensifkan patroli malam di sejumlah titik rawan. Langkah ini diambil menyusul komitmen pihak kepolisian untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dari ancaman kriminalitas jalanan yang kerap meresahkan warga. Melalui mekanisme Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), petugas menyisir area-area publik yang disinyalir menjadi lokasi rawan tindak pidana.
Operasi pengamanan ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh jajaran Polsek di bawah naungan Polrestabes Bandung. Tidak hanya personel reguler, Tim Prabu Polrestabes Bandung yang dikenal sebagai tim taktis pemburu kejahatan jalanan juga diterjunkan secara penuh setiap malamnya. Kehadiran tim khusus ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak para pelaku kriminal, khususnya pada jam-jam rawan menjelang dini hari.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton menegaskan bahwa pengerahan personel berskala besar ini merupakan wujud nyata tindakan preemtif dan preventif dari institusi kepolisian. Petugas di lapangan dibekali instruksi tegas untuk menyisir pergerakan yang mencurigakan tanpa mengabaikan aspek humanis. Langkah ini menjadi prioritas utama demi mengembalikan rasa aman dan kenyamanan warga Kota Kembang saat beraktivitas malam.
'Kami Polrestabes Bandung, sudah melakukan langkah-langkah kepolisian baik preemtif maupun preventif. Setiap malam anggota melaksanakan patroli dan KRYD secara menyeluruh, baik oleh polsek sesuai wilayah hukumnya maupun oleh Polrestabes dengan melibatkan seluruh fungsi,' kata Anton saat dikonfirmasi, Rabu 15 Juli 2026. Menurutnya, pemetaan wilayah rawan konflik terus diperbarui secara berkala.
Dalam pelaksanaan operasi KRYD ini, kepolisian memfokuskan pengawasan pada beberapa potensi gangguan keamanan yang krusial. Beberapa di antaranya meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), aksi premanisme, hingga konvoi kelompok motor. Polisi tidak akan segan mengambil tindakan hukum yang tegas dan terukur bagi kelompok pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam atau mengganggu ketertiban umum.
Di samping melakukan patroli fisik, Polrestabes Bandung juga menaruh perhatian besar pada aspek partisipasi aktif dari elemen masyarakat. Warga diimbau untuk segera melaporkan setiap potensi kejahatan atau kerumunan mencurigakan melalui panggilan darurat ke nomor 110. Layanan pengaduan yang terintegrasi secara nasional ini dipastikan bebas pulsa sehingga dapat diakses dengan mudah oleh seluruh lapisan warga masyarakat.
Anton menambahkan, kecepatan laporan dari masyarakat menjadi variabel kunci dalam keberhasilan pengungkapan suatu perkara di lapangan. Sinergi yang solid antara kepolisian dan warga terbukti efektif meredam gejolak kriminalitas di Kota Bandung dalam beberapa waktu terakhir. Oleh sebab itu, saluran komunikasi dua arah ini diharapkan bisa terus dioptimalkan demi efektivitas kinerja korps penegak hukum.
'Kami membutuhkan informasi dari masyarakat. Apabila mengetahui atau menemukan adanya gangguan kamtibmas agar segera melaporkan atau menghubungi layanan 110 yang gratis. Dengan begitu kami bisa segera merespons laporan tersebut,' ujarnya. Kerja sama ini terbukti ampuh setelah petugas berhasil menciduk pelaku kejahatan jalanan dalam waktu kurang dari tiga jam pasca-menerima laporan dari warga setempat.