Heboh Nobar Final Piala Dunia di Manado, BI Sulut Pacu Transaksi Digital QRIS Pesta Rakyat
- KPwBI Sulawesi Utara mendorong perluasan ekosistem pembayaran digital QRIS dalam momentum Nonton Bareng Kebangsaan Final Piala Dunia 2026 di Manado.
- Kepala KPwBI Sulut Joko Supratikto menargetkan penambahan sedikitnya 5.000 transaksi digital selama perhelatan pesta rakyat tersebut berlangsung.
- Pemanfaatan QRIS dinilai memberikan jaminan transaksi yang jauh lebih aman, cepat, dan andal bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Utara terus bergerak masif dalam mendorong perluasan adopsi transaksi digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Momentum kemeriahan Nonton Bareng (Nobar) Kebangsaan Final Piala Dunia 2026 yang digelar di Lapangan Basket Megamas Manado, sejak Minggu (19/7/2026) malam hingga Senin (20/7/2026) pagi, dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat edukasi pembayaran nontunai kepada masyarakat.
Kepala KPwBI Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengungkapkan keberadaan Bank Indonesia dalam ajang akbar tersebut merupakan komitmen nyata untuk menghadirkan layanan transaksi digital yang makin dekat dengan aktivitas harian masyarakat. Langkah taktis ini diambil guna mendongkrak tingkat literasi keuangan sekaligus memperluas ekosistem pembayaran berbasis digital di kawasan Sulawesi Utara secara berkesinambungan.
"Jadi memang ini Pesta Rakyat. Ada sekitar lebih dari 5.000 orang yang hadir dan BI memang berpartisipasi di sini. Artinya, kami mendukung kegiatan ini dengan menyediakan transaksi digital," ungkap Joko di sela-sela riuhnya suasana nobar di Manado.
Lebih jauh Joko menjelaskan, skema integrasi transaksi digital dalam ajang pesta rakyat tersebut terbukti efektif memicu antusiasme warga. Pembelian atau keikutsertaan warga untuk memperoleh nomor undian berhadiah yang disediakan panitia diwajibkan menggunakan pembayaran QRIS, sehingga ditargetkan mampu mencetak ribuan lalu lintas transaksi baru dalam satu malam.
"Jadi paling tidak ada tambahan sekitar 5.000 transaksi untuk keperluan mendapatkan nomor undian yang menggunakan QRIS," jelas Joko lebih rinci mengenai potensi lonjakan transaksi di lokasi acara.
Melalui ajang yang mengumpulkan massa dalam jumlah besar ini, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk tak henti-hentinya mengajak warga beralih dari pola transaksi tunai konvensional menuju sistem pembayaran nontunai. Langkah konsisten ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan baru masyarakat dalam bertransaksi secara modern, sejalan dengan visi percepatan digitalisasi sistem pembayaran nasional.
"Ya, betul. Semuanya kita dorong menggunakan transaksi digital. Lebih aman, lebih cepat, dan lebih andal," tegas Joko mengakhiri penjelasannya mengenai keunggulan ekosistem digital tersebut.