Heboh CFD Perdana Padang Pariaman Disbuani Ribuan Warga, Dagangan UMKM Laris Manis Diminati
- Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sukses menggelar Car Free Day (CFD) perdana di kawasan Katapiang dengan partisipasi ribuan warga dari berbagai daerah.
- Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyebut perputaran ekonomi luar biasa terjadi hingga pedagang harus menambah stok barang berulang kali.
- CFD direncanakan menjadi agenda rutin yang memadukan promosi gaya hidup sehat, rekreasi keluarga, dan penguatan ekonomi pelaku UMKM lokal.
Gelaran Car Free Day (CFD) perdana yang digagas Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman pada Minggu (19/7/2026) mencetak sukses besar dan memicu kehebohan warga. Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah memadati sepanjang ruas jalan mulai dari Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat hingga kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Katapiang, Kecamatan Batang Anai. Antusiasme tinggi yang meluap sejak pagi hari ini bahkan mendatangkan pengunjung dari luar daerah seperti Kota Padang hingga Bukittinggi.
Sejak pukul 06.00 WIB, kawasan pesisir pantai tersebut berubah menjadi lautan manusia yang memanfaatkan momen bebas kendaraan motor untuk berolahraga. Berbagai atraksi menarik disuguhkan guna menyemarakkan suasana, mulai dari senam massal, jalan santai, bersepeda, pertunjukan seni lokal, hingga atraksi spektakuler dari beladiri taekwondo. Hadirnya ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut memperkuat daya tarik ajang rekreasi keluarga ini.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat serta jajaran pejabat daerah ikut membaur dan berjalan kaki menyusuri rute bersama warga. Kebanggaan memuncak lantaran tingkat partisipasi masyarakat dalam ajang perdana ini terbukti jauh melampaui estimasi awal pemerintah daerah. Dukungan penuh dari aparat keamanan dan para relawan dinilai menjadi kunci utama kelancaran acara tersebut.
"Hari ini kami bangga karena Car Free Day perdana di Kabupaten Padang Pariaman berjalan sukses. Terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, perangkat daerah, para relawan, hingga masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan ini," ujar Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis saat memberikan keterangannya di lokasi.
Tidak sekadar sarana menjaga kebugaran tubuh, ajang CFD ini terbukti ampuh menggerakkan roda perekonomian akar rumput secara signifikan. Ledakan jumlah pembeli di lapak-lapak UMKM membuat para pedagang kebanjiran omzet tinggi hingga harus berkali-kali memutar otak menambah pasokan stok dagangan mereka. Kondisi ini menjadi bukti nyata bahwa integrasi kegiatan kemasyarakatan mampu memicu dampak ekonomi instan bagi para pelaku usaha kecil.
"Informasi yang saya terima, beberapa pedagang sampai tiga kali menambah stok dagangannya. Bahkan saya sendiri ingin membeli sate, ternyata sudah habis terjual. Artinya, ekonomi masyarakat benar-benar bergerak," ungkap John Kenedy Azis dengan nada kagum melihat geliat antusiasme pembeli.
Fenomena membludaknya pengunjung diakui langsung oleh para pedagang di lapangan, salah satunya Vino, penjual minuman kopi kekinian yang mengaku kuwalahan melayani pembeli. Di sisi lain, pengunjung seperti Kaila, seorang mahasiswa asal Lubuk Alung, berharap kegiatan CFD dapat dipatenkan secara berkala. Hal ini dipandang penting sebagai wadah interaksi sosial, ruang olahraga terbuka, sekaligus pendorong keberlanjutan ekosistem UMKM di Padang Pariaman.