Pemkab Dharmasraya Salurkan Benih Padi Biofortifikasi untuk 30 Kelompok Tani
- Pemkab Dharmasraya menyalurkan bantuan 12.500 kg benih padi biofortifikasi dari Kementan RI senilai Rp192,47 juta.
- Bantuan benih padi kaya zat besi dan zink ini menyasar 30 kelompok tani di lahan seluas 500 hektare untuk menekan angka stunting.
- Dinas Pertanian setempat menjamin para penyuluh akan mengawal ketat masa tanam kelompok tani agar hasil panen berjalan optimal.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyalurkan bantuan benih padi biofortifikasi kepada 30 kelompok tani yang tersebar di sejumlah nagari. Penyerahan bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI ini dipusatkan di Kelompok Tani Makmur, Blok C Sitiung I, Nagari Batu Rijal, Kecamatan Padang Laweh. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan petani sekaligus pemenuhan pangan bergizi tinggi di tingkat lokal.
Total bantuan benih yang digelontorkan mencapai 12.500 kilogram atau sekitar 12,5 ton untuk lahan pertanian seluas 500 hektare. Bantuan yang bernilai mencapai Rp 192,47 juta ini dialokasikan untuk kelompok tani di Nagari Sikabau, Sitiung, Batu Rijal, Koto Ranah, dan Panyubarangan. Pemerintah berharap stimulasi ini mampu meringankan modal awal produksi para petani di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Lasmiyati, mengungkapkan bahwa program biofortifikasi ini difokuskan untuk mengatasi persoalan stunting secara berkelanjutan. Varietas padi biofortifikasi memiliki keunggulan nutrisi mikronutrien berupa zat besi (Fe) dan zink (Zn) yang jauh lebih tinggi daripada beras biasa. 'Padi biofortifikasi merupakan varietas padi unggul yang memiliki kandungan zat besi dan zink lebih tinggi dibandingkan varietas padi pada umumnya. Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi yang konkret, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,' ungkap Lasmiyati.
Menurut Lasmiyati, keberadaan komoditas pangan padat gizi ini sangat krusial bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak di bawah lima tahun (balita). Oleh sebab itu, pihaknya bersama jajaran camat dan wali nagari diinstruksikan oleh Bupati untuk mengawal pemanfaatan bantuan ini secara totalitas. Dinas Pertanian juga menerjunkan petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) secara berkala agar teknik budi daya berjalan sesuai dengan prosedur petunjuk teknis.
Apresiasi tinggi datang dari para pelaku sektor pertanian di wilayah Dharmasraya atas kepedulian pemerintah daerah. Ketua Kelompok Tani Hercules, Suramto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas penyaluran bibit gratis yang dinilai sangat berkualitas ini. 'Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati Annisa Suci Ramadhani dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya atas bantuan benih ini. Kami siap memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya sesuai arahan penyuluh agar hasilnya optimal dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat,' kata Suramto.