CREG Pantau Pelabuhan Tumaco, Pastikan Pasokan BBM Wilayah Barat Daya Kolombia Aman
- Komisi Regulasi Energi dan Gas (CREG) memantau infrastruktur penyimpanan bensin dan diesel di Pelabuhan Tumaco guna menjamin ketahanan energi.
- Operasional pelabuhan ini diperkuat oleh fasilitas tongkang berkapasitas 80.000 barel guna menyokong kebutuhan sektor transportasi.
- Langkah ini berhasil menggenjot pasokan BBM legal sekaligus menekan peredaran bahan bakar ilegal dari perbatasan Ekuador.
Komisi Regulasi Energi dan Gas (CREG) memperketat pengawasan terhadap jalur distribusi energi dengan melakukan kunjungan teknis langsung ke Pelabuhan Tumaco. Langkah strategis ini diambil guna mengevaluasi kondisi penyimpanan serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang menyuplai wilayah Nariño dan departemen lain di barat daya Kolombia. Inspeksi komprehensif ini dilakukan untuk memastikan seluruh infrastruktur pengolahan bensin dan diesel berjalan optimal tanpa hambatan logistik.
Dalam peninjauan tersebut, fokus utama otoritas tertuju pada fasilitas tongkang penyimpanan terapung raksasa yang memiliki kapasitas daya tampung hingga lebih dari 80.000 barel bahan bakar. Infrastruktur masif ini menjadi pilar utama logistik energi dalam menjaga stabilitas pasokan di wilayah tersebut, terutama untuk merespons lonjakan permintaan yang tinggi dari sektor transportasi. Ketersediaan cadangan yang besar di pelabuhan dinilai krusial untuk mencegah terjadinya kelangkaan energi di masyarakat.
Komisioner CREG, William Abel Mercado Redondo, menegaskan bahwa kapasitas operasional yang tersedia saat ini sangat memadai untuk menjaga pasokan BBM tetap konstan bagi kendaraan pribadi, pelaku industri, hingga armada transportasi publik. Stabilitas pasokan ini diharapkan dapat mendorong roda perekonomian regional bergerak lebih cepat. 'Kapasitas operasional yang ada saat ini berkontribusi besar dalam menjaga pasokan bahan bakar yang konsisten bagi seluruh lapisan konsumen,' ujar William Abel Mercado Redondo saat memberikan keterangan resmi.
Selain urusan logistik, optimalisasi pelabuhan ini juga membawa misi hukum dan keamanan ekonomi yang signifikan bagi Kolombia. Operasional pelabuhan secara resmi menghadirkan alternatif jalur formal untuk pasokan BBM ke departemen terkait, sehingga secara efektif menekan ruang gerak peredaran bahan bakar ilegal atau selundupan yang kerap masuk dari wilayah perbatasan Ekuador. Pemerintah nasional sendiri sebelumnya telah memberikan restu penuh kepada Otoritas Pelabuhan Tumaco untuk menerima dan mendistribusikan bahan bakar cair secara legal.
Ketahanan energi yang kokoh terbukti memicu dampak positif ganda bagi peningkatan aktivitas ekonomi sektor lainnya di terminal maritim strategis ini. Berdasarkan data laporan terbaru, pelabuhan ini juga mencatatkan lonjakan signifikan pada komoditas ekspor non-migas, khususnya minyak kelapa sawit. Jika pada tahun 2025 pelabuhan ini rata-rata hanya memberangkatkan satu kapal ekspor setiap dua bulan, kini aktivitasnya meningkat drastis menjadi empat kapal per bulan dengan volume ekspor menembus angka 10.000 ton.