Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Internasional
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Inggris
  • Bali
  • Iran
  • Yogyakarta
  • Medan
  • Selat Hormuz
  • Surabaya
Kategori
Internasional Nasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Bali Iran Yogyakarta Medan Selat Hormuz Surabaya

Debat Panas Reformasi Agraria Kolombia, Konflik Mafia Tanah Versus Legalitas Sertifikat

Tim Redaksi • 15 Juli 2026, 16:01 • Ekonomi
  • Program reformasi agraria di Kolombia memicu perseteruan sengit antara pemerintahan demisioner dengan tim transisi dari Presiden terpilih Abelardo de la Espriella.
  • Direktur Badan Pertanahan Nasional Kolombia (ANT) Felipe Harman menegaskan komitmennya untuk merebut aset tanah dari cengkeraman mafia demi kesejahteraan petani.
  • Mantan Menteri Pertanian Cecilia Lopez mengkritik keras pembagian lahan tersebut karena dinilai tidak dilengkapi dengan sertifikat kepemilikan formal yang sah secara hukum.

Program reformasi agraria di Kolombia kembali memicu perdebatan sengit dan benturan kepentingan yang melibatkan internal pemerintahan saat ini dengan tim transisi dari Presiden terpilih, Abelardo de la Espriella. Fokus polemik kali ini tertuju pada perjanjian kemitraan strategis antara Badan Pertanahan Nasional (ANT) dan Lembaga Pengelola Aset Khusus (SAE). Kerja sama ini menuai kritik tajam setelah munculnya sejumlah kecurigaan terkait mekanisme dan kejelasan status hukum atas lahan-lahan yang telah didistribusikan kepada para petani lokal.

Menanggapi gelombang kritik tersebut, Direktur ANT Felipe Harman tampil membela kebijakan institusinya dengan menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil sudah sesuai prosedur. Harman menjelaskan bahwa misi utama dari kerja sama dengan SAE adalah untuk menyita serta mengalihkan aset-aset yang terafiliasi dengan jaringan kriminal untuk kemudian dimanfaatkan dalam program reformasi agraria nasional. 'Jika ada satu tindakan di bawah kepemimpinan saya di Badan Pertanahan Nasional yang membuat saya sangat bangga, itu adalah merebut tanah dari tangan mafia dan menyerahkannya kepada para petani di negara ini,' ujar Harman dengan nada optimis.

Lebih lanjut, Harman membeberkan bahwa kesepakatan dengan SAE tersebut telah melalui proses peninjauan yang sangat ketat, baik dari aspek hukum maupun fiskal negara. Dirinya memaparkan bahwa dana jaminan khusus telah dialokasikan untuk memitigasi risiko apabila di kemudian hari muncul putusan pengadilan yang membatalkan status kepemilikan lahan yang telah dibagikan. Meski begitu, Harman juga melayangkan sindiran tajam kepada kubu oposisi dan pemerintahan baru yang akan datang. 'Hari ini, dengan sengaja menebar keraguan di tengah publik, ada upaya nyata dan langkah mundur untuk mengembalikan tanah-tanah tersebut ke tangan mafia,' tambahnya.

Di sisi lain, mantan Menteri Pertanian Kolombia Cecilia Lopez menyuarakan kekhawatiran mendalam terkait keamanan hukum bagi para petani penerima manfaat lahan tersebut. Menurut Lopez, masalah paling mendasar yang diabaikan oleh ANT bukan sekadar urusan birokrasi kemitraan, melainkan absennya jaminan hak milik yang kuat bagi para petani di lapangan. 'Kekhawatiran terbesar saya adalah mereka membagikan tanah tanpa membekali para petani dengan dokumen pertahanan yang memadai. Mengapa mereka tidak langsung menyerahkan sertifikat kepemilikan resmi kepada mereka?' kritik Lopez dalam sebuah sesi wawancara radio lokal.

Lopez mendesak pemerintahan baru di bawah Abelardo de la Espriella untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap data riil reformasi agraria ini, terutama mengenai jumlah sertifikat yang benar-benar telah diterbitkan secara resmi. Ia memperingatkan bahwa membagikan lahan sitaan dari mafia tanpa kepastian hukum yang konkret justru menaruh para petani miskin dalam posisi yang sangat rentan terhadap konflik agraria baru di masa mendatang. Hingga kini, silang pendapat mengenai prioritas antara kecepatan redistribusi tanah versus pemenuhan legalitas hukum formal masih terus memanas di Kolombia.

Tags: Kolombia Felipe Harman Cecilia Lopez Abelardo De La Espriella Ant
Sumber: Caracol Radio

Artikel Lainnya

ANI Sosialisasikan Tarif Tol Khusus di Autopistas del Cafe Kolombia 15 Jul 2026, 13:04
Juan Carlos Morales Pimpin XM Usai Maria Nohemi Arboleda Ditunjuk Jadi Menteri Pertambangan dan Energi Kolombia 15 Jul 2026, 06:13
Polemik Kontrak Lahan Milik Mafia di Kolombia, Dituding Jadi Kedok Aksi Perampasan Aset 15 Jul 2026, 16:04
CREG Pantau Pelabuhan Tumaco, Pastikan Pasokan BBM Wilayah Barat Daya Kolombia Aman 15 Jul 2026, 16:02

Terbaru

Pengusaha SPBU Kolombia Galang Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Venezuela 15 Jul 2026, 16:10
Dilema Ekonomi Tiongkok, Antara Ambisi Pembangunan Masif dan Krisis Pengangguran Muda 15 Jul 2026, 16:10
Menteri Keuangan Chile Bantah Ada Trik dalam Rencana Pemangkasan Pajak Korporasi 15 Jul 2026, 16:06
Reformasi Dana Bahan Bakar Kolombia, Pengusaha Minta Harga Tetap Stabil dan Transparan 15 Jul 2026, 16:05
Dolar Venezuela Tembus 723 Bolivar, Inflasi dan Kebutuhan Transaksi Picu Lonjakan 15 Jul 2026, 16:05
Ekonomi Cile Terpuruk, Pesimisme Finansial Rumah Tangga Tembus Level Terburuk dalam 12 Tahun 15 Jul 2026, 16:04
Polemik Kontrak Lahan Milik Mafia di Kolombia, Dituding Jadi Kedok Aksi Perampasan Aset 15 Jul 2026, 16:04

Kategori

Internasional 53 artikel
Nasional 50 artikel
Ekonomi 48 artikel
Olahraga 40 artikel
Hukum 21 artikel
Entertainment 17 artikel
Bisnis 15 artikel
Budaya 12 artikel
Lingkungan 9 artikel
Teknologi 6 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Bali Iran Yogyakarta Medan Selat Hormuz Surabaya
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.