Awas Hangus, Simak Cara Klaim Asuransi Rumah dan Kendaraan Akibat Bencana Badai Frontal Chile
- Asosiasi Perasuransian Chile (AACH) mengimbau korban badai frontal untuk segera mengajukan klaim karena tenggat waktu polis umumnya hanya 48 hingga 72 jam.
- Warga dilarang keras membersihkan puing-puing atau memperbaiki kerusakan kendaraan sebelum mengambil dokumentasi foto dan video sebagai bukti sah.
- Proses evaluasi hingga pencairan dana ganti rugi asuransi diperkirakan memakan waktu maksimal hingga 45 hari kalender setelah laporan resmi diterima.
Bencana badai frontal yang menghantam wilayah utara, tengah, dan selatan Chile telah memicu kerusakan masif pada ribuan rumah warga serta kendaraan pribadi. Menanggapi situasi darurat ini, Asosiasi Perasuransian Chile (AACH) langsung mengeluarkan imbauan tegas agar para korban segera mengajukan klaim kerusakan kepada perusahaan asuransi masing-masing. Warga diminta bergerak cepat karena mayoritas kontrak polis asuransi menerapkan batas waktu yang sangat ketat, yakni hanya sekitar 48 hingga 72 jam sejak kerusakan pertama kali diketahui.
Direktur Eksekutif AACH, Marcelo Mosso, menegaskan bahwa keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas utama selama badai berlangsung, namun tindakan preventif administratif juga tidak boleh diabaikan. Ketika kondisi lingkungan sudah mulai aman, warga diharapkan langsung mendokumentasikan seluruh kerusakan yang ada sebelum menyentuh barang bukti. "Sistem frontal dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah dan kendaraan. Memeriksa polis serta memahami cakupan, deduksi, pengecualian, dan tenggat waktu akan membuat proses likuidasi berjalan lebih transparan," ujar Marcelo Mosso saat memberikan keterangan resmi kepada media setempat.
Sebagai panduan penting bagi nasabah, AACH melarang keras tindakan pembersihan puing-puing, pemindahan kendaraan mogok, ataupun renovasi darurat sebelum foto dan video kondisi pascabencana diambil secara detail. Dokumentasi visual yang komprehensif ini berfungsi sebagai bukti kuat yang akan mempermudah tim verifikasi lapangan dalam menilai tingkat kerugian. Selain itu, seluruh nota dan kuitansi pengeluaran darurat yang timbul akibat bencana wajib disimpan dengan rapi untuk kemudian diajukan dalam proses penggantian biaya biaya tambahan.
Bagi warga yang kehilangan dokumen fisik akibat banjir atau badai, status keaktifan polis mereka dapat dicek secara daring melalui situs resmi Komisi Pasar Keuangan (CMF). Perlu dicatat pula bahwa tidak semua jenis polis asuransi otomatis melindungi properti dari bencana alam seperti banjir bandang, tanah longsor, atau angin ribut. Khusus untuk asuransi kendaraan, klausul perlindungan bisa saja hangus apabila pengemudi terbukti secara sengaja menerobos genangan air tinggi yang kemudian menyebabkan mesin mobil mengalami kerusakan fatal akibat kemasukan air.
Setelah laporan klaim resmi terdaftar, perusahaan asuransi diberikan waktu paling lambat tiga hari kerja untuk menunjuk likuidator independen yang akan menganalisis kasus tersebut. Proses investigasi hingga keluarnya laporan likuidasi akhir membutuhkan waktu maksimal hingga 45 hari kalender untuk kategori polis standar individu. Begitu pengajuan dinyatakan sah dan disetujui, pihak korporasi asuransi wajib mencairkan dana ganti rugi dalam kurun waktu enam hari kerja setelah dikurangi potongan biaya beban yang disepakati.