Kabar Baik, Chile Turunkan Harga BBM Hingga Rp 1.500 per Liter
- Perusahaan minyak negara Chile, ENAP, mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) yang signifikan hingga mencapai 155,4 peso per liter untuk komoditas diesel.
- Menteri Keuangan Chile Jorge Quiroz menyebut harga BBM global belum sepenuhnya pulih ke level sebelum konflik internasional karena tingginya biaya kilang dunia.
- Formulasi penurunan harga BBM ini dipengaruhi oleh biaya impor dari Teluk AS, logistik laut, serta mekanisme stabilisasi harga MEPCO dan FEPP.
Kabar baik datang dari Amerika Selatan setelah perusahaan minyak milik negara Chile, Empresa Nacional del Petroleo (ENAP), mengonfirmasi penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan di pasar domestik. Penurunan harga ini diproyeksikan memberikan angin segar bagi konsumen, dengan pemotongan harga tertinggi mencapai 155,4 peso atau setara sekitar Rp 1.500 per liter khusus untuk bahan bakar jenis diesel.
Keputusan penurunan harga ini sekaligus memperkuat pernyataan yang sempat dilontarkan oleh Menteri Keuangan Chile Jorge Quiroz pada awal pekan ini. Meski ada penurunan, Quiroz mengingatkan bahwa harga BBM global sebenarnya belum sepenuhnya kembali ke level sebelum pecahnya konflik internasional yang mengganggu rantai pasok. Menurut analisisnya, sejumlah perusahaan penyulingan minyak di berbagai belahan dunia masih harus menghadapi beban biaya operasional yang sangat tinggi.
Berdasarkan laporan resmi dari ENAP, bensin dengan kadar oktan 93 (Ron 93) akan mengalami penurunan sebesar 100,3 peso per liter. Sementara itu, untuk bensin dengan oktan yang lebih tinggi yakni Ron 97, harganya dipastikan merosot sebesar 99,8 peso per liter. Seluruh penyesuaian tarif BBM terbaru di Chile ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada tengah malam hari Kamis waktu setempat.
Tidak hanya bensin dan diesel, laporan tersebut juga merinci adanya pemotongan harga sebesar 22,1 peso per liter untuk liquified petroleum gas (LPG) yang umum digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Kendati demikian, pihak ENAP menegaskan bahwa harga riil yang akan diterima oleh konsumen di lapangan tetap bergantung pada kebijakan masing-masing stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta seperti Copec, Shell, maupun Aramco.
Dalam pernyataan resminya, ENAP menegaskan bahwa selaku perusahaan negara mereka tidak memonopoli atau meregulasi harga eceran BBM di pasar Chile. 'ENAP tidak menetapkan atau meregulasi harga bahan bakar di pasar Chile,' tulis manajemen dalam rilis resminya. Pihak korporasi menambahkan bahwa harga ini murni merupakan hasil kalkulasi dari harga impor Pantai Teluk Amerika Serikat, biaya transportasi laut menuju Chile, serta fungsi dari sistem stabilisasi harga domestik (MEPCO) dan FEPP.