Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Bali
  • Inggris
  • Iran
  • Yogyakarta
  • Spanyol
  • Argentina
  • Surabaya
Kategori
Nasional Internasional Olahraga Ekonomi Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Yogyakarta Spanyol Argentina Surabaya

Bikin Stres dan Otak Lemot, Ini Alasan Decluttering Rumah Jadi Kunci Ketenangan Pikiran

Andika Pratama • 19 Juli 2026, 12:40 • Budaya
  • Kondisi rumah yang berantakan dan dipenuhi tumpukan barang mencerminkan beban mental serta dapat menurunkan fokus penghuninya.
  • Metode decluttering yang dimulai dari sudut termudah terbukti mampu memberikan rasa lega dan membantu seseorang berdamai dengan masa lalu.
  • Selain kebersihan fisik, teknik brain dumping dan pembatasan konsumsi informasi digital sangat diperlukan untuk menjaga kejernihan pikiran.

Rumah yang berantakan sering kali menjadi cerminan langsung dari kondisi mental para penghuninya yang sedang tidak baik-baik saja. Ketika barang-barang mulai menumpuk tidak beraturan di setiap sudut ruangan, otak manusia secara tidak sadar akan memproses visual tersebut sebagai sebuah beban tambahan. Kondisi lingkungan yang penuh distraksi ini lambat laun dapat memicu tingkat stres yang lebih tinggi serta menurunkan produktivitas sehari-hari secara signifikan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, memulai proses decluttering atau memilah dan merapikan barang di rumah menjadi langkah yang sangat direkomendasikan. Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman Pacific Paint, proses ini sebaiknya diawali dari sudut ruangan yang paling mudah dan sederhana terlebih dahulu, misalnya meja kerja atau laci pakaian. Setiap kali kita berhasil memilah dan membuang barang yang sudah tidak berguna, akan muncul stimulasi psikologis berupa rasa lega yang mendalam di dalam diri.

Ketika lingkungan tempat tinggal menjadi jauh lebih luang, bersih, dan tertata, fokus serta konsentrasi seseorang akan meningkat secara signifikan. Pikiran manusia tidak akan lagi terdistraksi oleh tumpukan kertas bekas, pakaian kotor, atau barang-barang rusak yang selama ini terbengkalai begitu saja di dalam rumah. Suasana hunian yang bersih secara otomatis menciptakan atmosfer yang jauh lebih tenang, damai, dan nyaman untuk beristirahat.

Menariknya, beban mental yang dialami seseorang sering kali melekat kuat pada benda-benda sentimental yang sebenarnya sudah usang dan tidak lagi memiliki fungsi. Dengan memberanikan diri untuk membereskannya, kita secara tidak langsung sedang belajar berdamai dengan masa lalu dan membuka ruang baru bagi pengalaman hidup yang lebih positif. Setelah area fisik rumah terasa lebih lega, langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah mengalihkan perhatian pada proses decluttering pikiran.

Otak manusia memiliki kemiripan dengan sistem memori komputer yang bisa melambat kinerjanya jika terlalu banyak menjalankan aplikasi atau menyimpan data sampah yang tidak penting. Oleh karena itu, manusia perlu menyortir informasi serta kecemasan yang selama ini menyumbat kedamaian batin. Salah satu cara efektif untuk merapikan pikiran adalah dengan rutin melakukan teknik brain dumping atau menulis jurnal secara berkala guna menuangkan segala beban emosi.

"Tumpahkan saja semua kecemasan, daftar tugas, dan emosi negatif ke atas secarik kertas tanpa perlu menghakiminya," tulis panduan kesehatan mental tersebut mengenai efektivitas menulis jurnal. Langkah berikutnya yang harus diambil adalah berani membatasi konsumsi informasi digital yang berlebihan serta memangkas hubungan interpersonal yang beracun. Menjaga kerapian ruang hidup dan kejernihan pikiran adalah komitmen berkelanjutan yang harus terus dirawat setiap hari demi kebahagiaan sejati.

Tags: Yogyakarta Pacific Paint Rri
Sumber: rri.co.id

Artikel Lainnya

Dorong Kerajinan Lokal, TP PKK Sulut Studi Banding ke Yogyakarta 15 Jul 2026, 05:48
Jaga Ketahanan Pangan, Bulog Yogyakarta Sukses Serap 100 Persen Beras Petani 15 Jul 2026, 15:42
Bikin Merinding, Ini Alasan Menonton Seni Bisa Bikin Bahagia Sekaligus Merawat Perasaan Anda 19 Jul 2026, 19:00
Ayam Goreng Kremes Bikin Ketagihan, Ini Rahasia Renyah dan Gurihnya 20 Jul 2026, 15:55

Terbaru

Bikin Terharu, Pastor Johanis Mangkey Luncurkan Buku Refleksi dan Ziarah Makam Rayakan 45 Tahun Imamat 20 Jul 2026, 16:12
Dorong Perlindungan Karya Kampus, Universitas Bima Internasional MFH Resmi Luncurkan Sentra KI 20 Jul 2026, 16:11
Heboh Sekolah Sepi Peminat di Bantul, Efek Tren Anak Muda Tunda Nikah dan Punya Anak? 20 Jul 2026, 16:11
Terobosan Inklusif, RRI Padang Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 Ramah Tunanetra 20 Jul 2026, 16:10
Dua Daerah Mundur Efek Anggaran, Cabor Cricket Porprov XII NTB Resmi Dimulai Pertandingkan 4 Emas 20 Jul 2026, 16:10
Heboh Rencana SPP SMA-SMK Ditolak Dedi Mulyadi, DPRD Jabar Tetap Lanjut Bahas! 20 Jul 2026, 16:09
Heboh Program 3 Juta Rumah Subsidi, REI Sidoarjo Bongkar Tantangan Besar Pengembang! 20 Jul 2026, 16:09

Kategori

Nasional 162 artikel
Internasional 138 artikel
Olahraga 133 artikel
Ekonomi 128 artikel
Hukum 65 artikel
Entertainment 59 artikel
Bisnis 41 artikel
Budaya 38 artikel
Lingkungan 35 artikel
Teknologi 21 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Bali Inggris Iran Yogyakarta Spanyol Argentina Surabaya
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.