Topan Dolphin menerjang wilayah Shanghai dan Provinsi Zhejiang di China, memicu banjir besar serta melumpuhkan sektor transportasi. Sebanyak 943 penerbangan dibatalkan dan layanan feri terpaksa dihentikan sementara.
“Topan Dolphin membawa angin berkecepatan maksimum 151 kilometer per jam di sekitar pusat badai saat menerjang daratan Zhejiang.”
— Topan Dolphin
Topan Dolphin menerjang kawasan Shanghai, China, pada Senin (10/8/2026) dengan membawa hujan deras dan angin kencang yang memicu banjir parah. Bencana cuaca ekstrem tersebut berdampak langsung terhadap lumpuhnya aktivitas warga serta lumpuhnya berbagai layanan transportasi publik.
Dampak hantaman angin dan air bah membuat pihak berwenang mengambil langkah darurat dengan menangguhkan sebagian operasional transportasi utama. Berbagai kawasan perumahan dan pusat bisnis di Shanghai terendam air keruh dengan ketinggian mencapai sebatas lutut orang dewasa.
Seluruh layanan feri di Shanghai dihentikan total, sementara Shanghai Metro terpaksa menangguhkan operasional di sejumlah jalur penting. Di sektor penerbangan, dua bandara utama di kota tersebut harus membatalkan sebanyak 943 penerbangan atau hampir 40% dari kapasitas operasional normal.
Banyak ruas jalan utama di kawasan pusat bisnis hingga distrik pinggiran seperti Jiading dan Qingpu terendam banjir. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau situasi darurat guna mengantisipasi risiko lanjutan.
Kronologi dan Jalur Pergerakan Topan Dolphin
Topan Dolphin dilaporkan membawa angin kencang dengan kecepatan maksimum mencapai 151 kilometer per jam di sekitar pusat badai saat pertama kali menerjang daratan Zhejiang pada Minggu malam. Wilayah tersebut terletak di sebelah selatan dan barat daya Shanghai.
Setelah sukses memasuki daratan, kekuatan topan tersebut berangsur melemah menjadi status badai tropis. Kendati kekuatannya menurun, sisa-sisa awan hujan dari badai ini tetap membawa ancaman serius bagi wilayah sekitarnya.
Badai tersebut diperkirakan akan terus bergerak menuju Provinsi Hubei serta Henan dalam beberapa hari ke depan. Pergerakan ini juga membawa massa udara sangat lembap ke wilayah bagian utara China secara masif.
Sisa awan hujan Dolphin secara konsisten mengguyur sejumlah provinsi di China bagian timur seperti Anhui, Jiangsu, dan Shandong. Kondisi ini memperluas cakupan wilayah yang mengalami genangan air dan banjir pesisir.
Read Also
Kondisi Interior Hotel Sultan Usai Dieksekusi Negara di Jakarta Pusat
Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, resmi dieksekusi...
Jerman Hadapi Ancaman Perang Besar dan Serangan Hibrida Rutin
Pemerintah Jerman memperingatkan bahwa negara tersebut kini menghadapi...
Korea Selatan dan AS Gelar Latihan Militer Gabungan Hadapi Korut
Korea Selatan dan Amerika Serikat bersiap menggelar latihan militer gabungan...
Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, 111 Korban Jiwa, Tanggap Darurat Ditetapkan
Gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia dan...
Dampak Kerusakan dan Langkah Tanggap Darurat
Dahsyatnya amukan angin dan hujan lebat turut dirasakan di Provinsi Zhejiang, di mana sebuah video amatir memperlihatkan truk bermuatan besar terguling di kota Wenzhou akibat terjangan angin kencang.
Pemerintah distrik Jinshan di Shanghai langsung mengeluarkan kebijakan darurat dengan mengizinkan seluruh kegiatan usaha serta organisasi non-esensial untuk menghentikan operasional sementara waktu.
Kebijakan penutupan sementara ini juga mencakup sektor pendidikan dengan menghentikan kegiatan belajar-mengajar, melarang seluruh acara luar ruangan, serta membatasi layanan transportasi publik demi keselamatan warga.
Hingga kini, otoritas setempat terus berjibaku menangani dampak bencana sambil melakukan evakuasi serta pemulihan infrastruktur di wilayah-wilayah yang paling parah terdampak amukan Topan Dolphin.