TNI sedang melakukan pengecekan internal untuk memastikan identitas seorang prajurit yang tampak mendampingi anggota DPD RI Arya Wedakarna dalam sebuah acara di Thailand. Peristiwa ini mencuat setelah foto kebersamaan mereka beredar di media sosial dan dikaitkan dengan kontes transgender.
“Terkait hal tersebut, kami sedang melakukan pengecekan dan pendalaman internal untuk memastikan identitas personel, status penugasan, serta konteks keberadaannya di Thailand," ujar Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas.”
— TNI
Markas Besar TNI memberikan tanggapan resmi terkait foto yang beredar di media sosial memperlihatkan seseorang berseragam prajurit mendampingi anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna. Keberadaan mereka diketahui berada dalam sebuah rangkaian acara di Thailand yang turut menggelar kontes kecantikan transgender.
Foto tersebut dengan cepat menarik perhatian publik dan dikaitkan dengan isu Lesbian-Biseksual-Gay-Transgender (LGBT). Menanggapi hal itu, Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pengecekan dan pendalaman internal.
"Terkait hal tersebut, kami sedang melakukan pengecekan dan pendalaman internal untuk memastikan identitas personel, status penugasan, serta konteks keberadaannya di Thailand," kata Nas saat dihubungi pada hari Selasa malam.
Pihak TNI memastikan bahwa peristiwa ini akan dijadikan bahan evaluasi mendalam bagi internal institusi militer. Penyelidikan tersebut penting untuk mengetahui status resmi penugasan prajurit yang bersangkutan selama berada di luar negeri.
Klarifikasi dan Penjelasan dari Arya Wedakarna
Anggota DPD RI Arya Wedakarna akhirnya memberikan penjelasan terbuka mengenai kehadirannya dalam acara tersebut di Thailand. Ia menegaskan bahwa kehadirannya tidak membawa kapasitas resmi sebagai anggota DPD RI, melainkan hadir sebagai seorang tokoh budaya Bali.
Menurut keterangannya, acara di Thailand tersebut mencakup berbagai rangkaian kegiatan formal seperti peluncuran pariwisata ASEAN, pameran, diskusi, hingga sesi pemberian penghargaan. Ia hadir secara khusus untuk menerima penghargaan atas nama tokoh budaya Bali.
"Mereka sudah membuat video yang baik ya untuk promosi Bali, alamnya, pantainya. Saya menerima penghargaan atas nama tokoh budaya Bali. Jadi ya maka dari itu kita biasa kalau di Bali menerima penghargaan dari kalangan-kalangan mana pun ya namanya orang memberi penghargaan kan kita hargai dong seperti itu," ujarnya.
Arya juga mengaku sama sekali tidak mengetahui bahwa rangkaian acara tersebut kemudian dikaitkan dengan isu LGBT. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mencampuri latar belakang pihak penyelenggara yang memberikan penghargaan kepadanya.
Read Also
Misteri Pewaris Kim Jong Un Antara Anak Laki-laki atau Kim Ju Ae
Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) masih menelusuri keberadaan...
MIND ID Kerahkan 60 Personel Pemadam Kebakaran Tangani Karhutla di Mempawah
Holding Industri Pertambangan MIND ID mengerahkan 60 personel pemadam...
Resolusi PBB Sahkan Equal Earth Gantikan Peta Mercator yang Digugat Uni Afrika
Majelis Umum PBB resmi memenangkan resolusi yang diajukan oleh Uni Afrika...
Coretax Bisa Jadi Acuan Pemerintah Ukur Tingkat Kemiskinan dan Bansos Tepat Sasaran
Sistem perpajakan modern Coretax dinilai berpotensi menjadi acuan baru bagi...
Status Pengawal Pribadi dan Situasi Keamanan di Thailand
Terkait keberadaan anggota TNI berseragam yang menyertainya, Arya Wedakarna menjelaskan bahwa prajurit tersebut merupakan pengawal pribadinya. Pengawalan ketat dilakukan mengingat situasi keamanan di Thailand dinilai cukup rawan oleh pihaknya.
"Memang pengawal pribadi, pengawal saya. Jadi kan mengamankan, kita kan tahu Thailand itu kan suatu wilayah yang agak rawan konflik ya, kan kita tahu bahwa kemarin kan ada penembakan siswa tentang bullying, kan kita tahu bahwa Thailand dengan Kamboja juga sedang ada konflik ya begitu," jelas Arya.
Prajurit pengawal tersebut menjalankan tugas pengamanan secara melekat selama perjalanan dan memastikan keselamatan selama kunjungan berlangsung. Penugasan itu diklaim semata-mata untuk fungsi pengamanan pribadi di wilayah asing.
Pemeriksaan internal dari TNI diharapkan dapat segera meredakan spekulasi publik yang berkembang di media sosial. Evaluasi lanjutan akan diumumkan setelah proses pendalaman identitas dan status penugasan selesai dilakukan.