Anggota DPD RI Arya Wedakarna memberikan klarifikasi terkait kehadirannya di Thailand yang didampingi oleh seorang prajurit TNI. Ia menyatakan bahwa personel TNI tersebut bertindak sebagai pengawal pribadi karena situasi keamanan di Thailand.
“Memang pengawal pribadi, pengawal saya. Jadi kan mengamankan, kita kan tahu Thailand itu kan suatu wilayah yang agak rawan konflik," ujar Arya Wedakarna.”
— Arya Wedakarna
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia asal Bali, Arya Wedakarna, memberikan penjelasan resmi terkait kehadirannya bersama seorang yang diduga prajurit TNI dalam sebuah acara di Thailand. Kehadiran dan pengawalan tersebut sempat menuai sorotan publik setelah dikaitkan dengan acara kontes kecantikan khusus transpuan.
Dalam keterangannya, Arya mengklaim bahwa prajurit TNI tersebut bertindak sebagai pengawal pribadi yang melekat selama perjalanannya di luar negeri. Menurutnya, kondisi keamanan di wilayah Thailand dinilai cukup rawan konflik sehingga memerlukan pengamanan melekat.
"Memang pengawal pribadi, pengawal saya. Jadi kan mengamankan, kita kan tahu Thailand itu kan suatu wilayah yang agak rawan konflik," kata Arya saat dihubungi pada hari Rabu, memberikan alasan di balik pengawalan prajurit tersebut.
Meski demikian, Arya belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kapasitas izin atau prosedur resmi bagaimana ia bisa mendapatkan fasilitas pengawalan dari unsur TNI. Pihaknya menegaskan bahwa kehadiran dirinya di negara tersebut adalah sebagai representasi tokoh budaya asal Bali.
Klarifikasi Kapasitas Kehadiran dan Hubungan dengan Acara
Keberadaan Arya di Thailand bertepatan dengan rangkaian acara yang juga memuat kontes kecantikan khusus transpuan bertajuk Miss Equality World, yang kemudian viral di media sosial. Foto-foto yang beredar memperlihatkan dirinya didampingi oleh aparat berseragam dinas.
Menanggapi hal tersebut, Arya menegaskan bahwa kehadirannya di acara tersebut sama sekali tidak mewakili lembaga negara seperti DPD RI. Ia mengklaim dirinya hadir atas kapasitas pribadi sebagai tokoh masyarakat dan perwakilan budaya Bali.
Acara yang dihadirinya mencakup berbagai agenda kegiatan resmi mulai dari peluncuran pariwisata ASEAN, pemberian penghargaan, hingga pameran seni budaya. Ia mengaku datang khusus untuk menerima penghargaan dan mempromosikan pariwisata Bali.
"Saya menerima penghargaan atas nama tokoh budaya Bali. Jadi ya maka dari itu kita biasa kalau di Bali menerima penghargaan dari kalangan-kalangan mana pun ya namanya orang memberi penghargaan kan kita hargai dong seperti itu," tambahnya.
Read Also
Presiden Kolombia Baru Abelardo De La Espriella Hadapi Gempa M 7,4 dan Status Darurat Nasional
Presiden baru Kolombia, Abelardo De La Espriella, menghadapi ujian berat...
TNI Cari Identitas Prajurit yang Mendampingi Arya Wedakarna di Thailand
TNI sedang melakukan pengecekan internal untuk memastikan identitas seorang...
Suhu RI Tembus 38,6 Derajat Celsius, BMKG Ungkap Wilayah Terpanas Awal September
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan suhu udara...
Bareskrim Polri Tangkap Enam Pelaku Penyebaran Konten Porno Lewat TikTok dan Tevi
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil menangkap enam...
Respons TNI dan Evaluasi Internal Terkait Pengawalan
Sorotan publik terhadap foto pengawalan tersebut langsung mendapat respons dari institusi militer di tanah air. Markas Besar Tentara Nasional Indonesia menyatakan langsung bergerak cepat untuk menyelidiki kasus ini.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Muhammad Nas, mengonfirmasi bahwa pihak internal sedang melakukan pendalaman secara menyeluruh. Penyelidikan difokuskan untuk memastikan identitas personel, status kedinasan, hingga konteks penugasan di luar negeri.
"Terkait hal tersebut, kami sedang melakukan pengecekan dan pendalaman internal untuk memastikan identitas personel, status penugasan, serta konteks keberadaannya di Thailand," ungkap Mayor Jenderal Nas dalam keterangannya.
Pihak TNI memastikan bahwa insiden ini akan dijadikan bahan evaluasi internal yang ketat guna meninjau aturan pengawalan serta penugasan prajurit dalam kaitan aktivitas pribadi pejabat publik di luar wilayah yurisdiksi Indonesia.