Tawaran Murah Rp 102 Miliar Everton untuk Jack Grealish Berpotensi Ditolak Man City
- Everton dilaporkan hanya mampu mengajukan tawaran sebesar 5 hingga 10 juta poundsterling untuk mempermanenkan Jack Grealish.
- Manchester City diprediksi akan menolak penawaran murah tersebut meski mereka ingin segera melepas beban gaji sang pemain.
- Kondisi finansial Everton yang memburuk membuat opsi pembelian awal sebesar 50 juta poundsterling kini mustahil diwujudkan.
Klub Liga Inggris Everton dilaporkan bakal kesulitan untuk memulangkan bintang kreatif mereka musim lalu, Jack Grealish, secara permanen pada bursa transfer musim panas ini. Manajemen The Toffees kabarnya hanya bersiap mengajukan tawaran yang tergolong sangat murah untuk ukuran pemain nasional Inggris. Langkah ini dipicu oleh krisis keuangan yang sedang melanda internal klub asal Merseyside tersebut.
Jack Grealish sejatinya sempat tampil sangat impresif pada awal masa peminjamannya di Goodison Park dari Manchester City pada musim lalu. Pada mulanya, Everton sangat berpeluang untuk menebus klausul pembelian permanen senilai 50 juta poundsterling yang tertera dalam kontrak pinjamannya. Namun, badai cedera yang menimpa sang pemain di paruh kedua musim seketika mengubah rencana besar yang telah disusun klub.
Pakar transfer Football Insider, Wayne Veysey, mengungkapkan bahwa anggaran belanja Everton saat ini sangat terbatas untuk bisa memboyong pemain papan atas. Kubu Everton dikabarkan hanya sanggup menyodorkan dana antara 5 juta hingga 10 juta poundsterling (sekitar Rp 102 miliar hingga Rp 205 miliar) demi mengamankan jasa pemain sayap tersebut. 'Everton sama sekali tidak memiliki uang tunai untuk dihamburkan pada pemain top di jendela transfer kali ini,' tulis Veysey dalam laporannya.
Melihat nilai penawaran yang terlampau rendah, manajemen Manchester City diyakini bakal langsung menolak mentah-mentah proposal yang diajukan kubu Everton. Meski demikian, raksasa Premier League tersebut juga dihadapkan pada dilema karena ingin segera menghapus beban gaji Grealish yang sangat besar dari struktur finansial klub. Situasi ini membuat masa depan mantan kapten Aston Villa tersebut menjadi tidak menentu menjelang bergulirnya kompetisi baru.
Jika negosiasi dengan Everton berujung pada kegagalan total, pintu keluar lain tampaknya mulai terbuka lebar bagi pemain berusia 30 tahun tersebut. Aston Villa disebut-sebut siap meramaikan persaingan untuk memulangkan mantan ikon mereka ke lini serang skuad Unai Emery. Terlebih lagi, klub asal Birmingham itu memiliki kekuatan finansial yang jauh lebih sehat usai memastikan diri kembali berlaga di kompetisi bergengsi Liga Champions.