Prancis Gagal ke Final Piala Dunia, Mbappe dan Olise Mati Kutu Lawan Spanyol
- Prancis gagal melaju ke final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah kalah 0-2 dari Spanyol di babak semifinal.
- Bintang utama Les Bleus seperti Kylian Mbappe dan Michael Olise tampil sangat buruk dan mati kutu sepanjang jalannya pertandingan.
- Bek kiri Lucas Digne mencatatkan performa bencana setelah melakukan pelanggaran penalti yang memicu keunggulan bagi kubu Spanyol.
Tim nasional Prancis harus mengubur impian mereka untuk menembus babak final Piala Dunia tiga kali berturut-turut setelah disingkirkan secara tragis oleh Spanyol. Dalam laga semifinal yang berlangsung ketat tersebut, Les Bleus dipaksa menyerah dengan skor telak 0-2 dari skuad La Roja yang tampil sangat dominan sejak menit awal. Kekalahan ini menjadi antiklimaks bagi tim asuhan Didier Deschamps yang sebenarnya sangat diunggulkan untuk membawa pulang trofi juara.
Spanyol menyajikan performa taktis yang luar biasa dengan menutup ruang gerak para pemain kunci Prancis di sepanjang pertandingan. Ironisnya, armada Les Bleus bahkan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran ke arah gawang Spanyol hingga menit ke-80. Hilangnya kreativitas di lini tengah membuat transisi permainan Prancis menjadi sangat lambat dan dengan mudah dipatahkan oleh barisan gelandang lawan.
Sorotan tajam pascapertandingan langsung mengarah pada penampilan melempem lini serang Prancis, khususnya sang kapten Kylian Mbappe dan penyerang muda Michael Olise. Kedua pemain andalan ini seolah terisolasi di lini depan dan tidak mampu berbuat banyak untuk menembus pertahanan kokoh lawan. Olise sangat kesulitan mengalirkan bola-bola matang, sementara Mbappe tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk memanfaatkan kecepatan berlarinya.
Selain tumpulnya lini depan, sektor pertahanan Prancis juga menjadi titik lemah yang dieksploitasi habis-habisan oleh Spanyol. Bek kiri Lucas Digne mencatatkan performa terburuknya malam itu dengan melakukan pelanggaran fatal terhadap Marc Cucurella di area terlarang yang berujung pada hadiah penalti. Akibat sering memberikan ruang terbuka bagi lini serang Spanyol, Digne akhirnya ditarik keluar lapangan lebih cepat oleh sang pelatih untuk digantikan oleh Theo Hernandez.
Pelatih Didier Deschamps pun tidak luput dari kritik keras pengamat sepak bola atas taktik pragmatis yang diterapkannya pada pertandingan krusial ini. Keputusan pergantian pemainnya dinilai terlambat merespons perubahan permainan Spanyol yang berhasil menggandakan keunggulan lewat aksi Pedro Porro setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Prancis. 'Kami tidak mampu mengembangkan permainan terbaik dan Spanyol memang layak memenangkan tiket ke final,' ujar Deschamps dengan nada kecewa dalam konferensi pers seusai laga.