Waspadai Kekerasan Berbasis Gender Online pada Anak, Ibu-ibu Kulon Progo Diajak Melek Digital
- Mitra Wacana bersama P3A Pesisir Desa Banaran menggelar sosialisasi pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) pada anak.
- Kegiatan ini diadakan di Kulon Progo untuk mengedukasi para orang tua mengenai ancaman perundungan siber hingga eksploitasi di dunia maya.
- Narasumber menekankan pentingnya komunikasi dua arah dan pendampingan digital parenting dibandingkan sekadar melarang penggunaan gadget.
Kemajuan teknologi informasi yang berkembang pesat bak pisau bermata dua bagi tumbuh kembang anak. Guna mengantisipasi dampak negatifnya, Mitra Wacana bersama Kelompok Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Pesisir Desa Banaran Kabupaten Kulon Progo menggelar sosialisasi khusus. Kegiatan ini berfokus pada langkah konkret pencegahan kekerasan pada anak berbasis gender online (KBGO).
Sosialisasi yang digelar di Warung Raos Ndeso Desa Banaran, Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut menyasar kaum ibu sebagai benteng utama keluarga. Ketua P3A Pesisir Ngatinem menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar silaturahmi biasa melainkan momentum strategis memperkuat proteksi anak. Era digital menuntut orang tua untuk tidak gagap teknologi demi mengawasi aktivitas buah hati mereka.
"Melalui sosialisasi ini, kami berharap ibu-ibu mendapatkan bekal untuk mengenali bahaya di ruang digital sekaligus mampu mendampingi anak saat menggunakan teknologi," ujar Ngatinem di sela-sela acara. Menurutnya, pemahaman yang minim dari orang tua sering kali menjadi celah masuknya kejahatan siber yang menyasar anak-anak di bawah umur.
Narasumber dari Mitra Wacana Ruly memaparkan bahwa ancaman KBGO pada anak sangat beragam mulai dari cyberbullying, eksploitasi seksual anak online, hingga pencurian data pribadi. Pola pendekatan orang tua pun harus diubah dari yang dulunya otoriter menjadi lebih persuasif dan komunikatif. Langkah preventif dinilai jauh lebih efektif dibanding menangani kasus yang sudah telanjur terjadi.
"Anak tidak selalu berani bercerita. Kitalah yang harus membuka ruang komunikasi dengan anak. Jangan sekadar melarang mereka bermain gadget, tetapi jadilah pendamping dalam dunia digital," tutur Ruly tegas. Melalui metode interaktif dan analisis visual digital parenting, para peserta kini berkomitmen untuk menciptakan ruang siber yang lebih aman dan ramah bagi anak.