Pemkab Sumbawa Kucurkan Rp 1 Miliar untuk Rehab Sekolah Pertengahan Juli Ini
- Pemerintah Kabupaten Sumbawa merealisasikan program rehabilitasi sekolah dasar dan menengah pertama pada pertengahan Juli 2026.
- Anggaran proyek rehabilitasi ini menembus angka lebih dari Rp 1 miliar yang bersumber dari dana Direktif dan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Sumbawa.
- Proyek fisik perbaikan infrastruktur ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2026 mendatang.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, bersiap merealisasikan program rehabilitasi besar-besaran untuk sejumlah fasilitas Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada pertengahan Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendongkrak mutu pendidikan melalui perbaikan sarana penunjang yang memadai. Proyek infrastruktur pendidikan ini dijadwalkan mulai berjalan setelah seluruh proses administrasi selesai.
Meski kondisi keuangan daerah dihadapkan pada keterbatasan anggaran fiskal yang cukup ketat, sektor pendidikan rupanya tetap menjadi prioritas utama pembangunan di Sumbawa. Pemkab Sumbawa mengalokasikan anggaran bernilai fantastis, yakni lebih dari Rp 1 miliar, demi mendanai proyek perbaikan ini. Dana segar tersebut bersumber dari kolaborasi strategis antara program Direktif dan Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Sumbawa yang dialokasikan lewat APBD tahun anggaran 2026.
Kepala Bidang Pendidikan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Husnul Alwan, menegaskan bahwa seluruh proses perencanaan proyek telah dinyatakan rampung 100 persen. Saat ini, instansi terkait tengah fokus menyelesaikan tahapan akhir penandatanganan administrasi kontrak kerja dengan pihak ketiga selaku pelaksana proyek fisik di lapangan.
'Tim teknis saat ini sedang menuntaskan proses kontrak. Kami optimistis mulai pertengahan Juli pekerjaan fisik di lapangan sudah dapat dimulai,' ujar Alwan saat memberikan keterangan resmi kepada media pada Selasa, 14 Juli 2026. Pihaknya berjanji akan terus mengawal jalannya proyek ini agar berjalan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Alwan menambahkan bahwa jangka waktu pengerjaan rehabilitasi sekolah akan bervariasi antara 60 hingga 90 hari kalender, menyesuaikan dengan klausul dan tingkat kerusakan yang tertera dalam dokumen kontrak. Pemerintah daerah memasang target optimistis agar seluruh rangkaian pengerjaan fisik bangunan dapat diselesaikan paling lambat pada Desember 2026 tanpa adanya keterlambatan.
Fokus utama dari program penataan ini menyasar pada fasilitas sekolah yang dinilai memiliki urgensi kebutuhan paling mendesak di lapangan. Komponen perbaikan yang akan dikerjakan meliputi perbaikan ruang kelas yang rusak, pengadaan fasilitas mebel sekolah baru, hingga renovasi toilet guna menjamin aspek sanitasi yang sehat. Proyek ini diharapkan mampu melahirkan lingkungan belajar yang jauh lebih nyaman dan aman bagi seluruh siswa dan guru.
'Target kami seluruh pekerjaan fisik dapat dituntaskan sesuai jadwal hingga Desember mendatang sehingga fasilitas yang diperbaiki dapat segera dimanfaatkan oleh sekolah,' pungkas Alwan menutup penjelasannya. Optimalisasi dana Pokir legislatif ini dinilai menjadi solusi cerdas di tengah keterbatasan kas daerah demi menjaga hak anak-anak Sumbawa mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.