Diwarnai Aksi Protes, Mentan Ajak Mahasiswa USU Berinovasi Dukung Swasembada Pangan
- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak mahasiswa USU berinovasi demi swasembada pangan dalam kuliah umum di Auditorium USU.
- Acara sempat diwarnai aksi protes spontan oleh dua mahasiswa yang membawa pengeras suara sebelum akhirnya diajak berdialog di atas panggung.
- Rektor USU Muryanto Amin menilai kehadiran Mentan menjadi ruang dialog akademik yang baik untuk menguji kebijakan pangan berbasis data.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui inovasi dan kolaborasi nyata. Hal tersebut disampaikannya saat mengisi kuliah umum bertajuk "Inovasi dan Kolaborasi Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan" yang digelar di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.
Namun, suasana kuliah umum sempat riuh ketika dua orang mahasiswa melakukan aksi protes secara spontan di dalam gedung dengan membawa pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi mereka. Alih-alih bertindak represif, Mentan justru meredam situasi dengan mengajak kedua mahasiswa tersebut naik ke atas panggung untuk melakukan dialog terbuka secara langsung.
"Kami jelaskan pakai data, bukan narasi yang kosong. Jadi, kalau mau kritik, tujukan fakta. Setelah saya beri penjelasan, dan mereka langsung paham," ujar Andi Amran Sulaiman saat menjelaskan momen dialog spontan tersebut di hadapan para peserta kuliah umum.
Amran menambahkan bahwa pemerintah sangat menghargai daya kritis mahasiswa USU yang dinilainya konstruktif bagi pembangunan sektor pertanian di masa depan. Menurutnya, generasi muda merupakan calon pemimpin bangsa yang harus dibina dan diarahkan dengan baik agar mampu menghadapi tantangan ketahanan pangan global yang semakin kompleks.
Lebih lanjut, Mentan memaparkan pencapaian sektor agraris di mana Indonesia diklaim telah berhasil mencapai swasembada dan mengekspor delapan komoditas pangan strategis termasuk beras. Langkah sosialisasi ini dinilai penting karena masih banyak elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, yang belum mengetahui perkembangan masif ekspor pangan nasional.
Sementara itu, Rektor Universitas Sumatera Utara Muryanto Amin menyambut baik kehadiran Mentan dan mengapresiasi ruang dialektika yang tercipta di dalam kampus. Muryanto menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan kritik yang didasarkan pada data ilmiah merupakan bagian dari budaya akademik yang harus terus dirawat.
"Ini menjadi satu bentuk dialog yang menjelaskan apa yang sudah dilakukan pemerintah, terutama program pangan yang disampaikan langsung oleh pengambil kebijakan. Ada juga forum tanya jawab untuk mengkritisi. Jadi ini adalah budaya akademik yang harus kita bangun," pungkas Muryanto Amin.