Kolaborasi Lintas Sektor, 202 Anak di Kutai Timur Ikuti Sunatan Massal
- Sebanyak 202 anak dari tiga kecamatan di Kutai Timur mengikuti layanan sunatan massal gratis di Polsek Muara Wahau.
- Kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud kolaborasi Sinar Mas, Polri, Yayasan Buddha Tzu Chi, serta puskesmas setempat dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
- Selain layanan kesehatan, agenda kolaborasi ini juga meresmikan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Jakluay.
Kolaborasi multipihak yang melibatkan sektor swasta, kepolisian, organisasi sosial, dan instansi kesehatan berhasil menghadirkan layanan sosial nyata bagi masyarakat di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Sebanyak 202 anak dari wilayah pedalaman mendapatkan fasilitas sunatan massal gratis yang dipusatkan di Kantor Polsek Muara Wahau. Kegiatan bakti sosial ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang menitikberatkan pada aspek kemanusiaan dan kesehatan masyarakat.
Inisiasi ini terselenggara berkat kerja sama erat antara Polres Kutai Timur, Sinar Mas Agribusiness and Food, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Sinarmas. Guna memastikan penanganan medis yang aman dan profesional, jajaran tenaga kesehatan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas Muara Wahau dan Puskesmas Kongbeng turut diterjunkan langsung ke lokasi kegiatan. Anak-anak yang menjadi peserta berasal dari tiga wilayah kecamatan sekitar, yaitu Kecamatan Muara Wahau, Kongbeng, dan Telen.
Regional Controller Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Timur 1, Muhamad Harun, menyampaikan bahwa keterlibatan lintas sektor merupakan kunci utama dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat luas. Kehadiran perusahaan swasta dalam menyokong kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen tanggung jawab sosial lingkungan di sekitar wilayah operasional perkebunan. 'Kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menghadirkan program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,' ungkap Harun di Muara Wahau.
Senada dengan hal tersebut, Wakapolres Kutai Timur Kompol Ahmad Abdullah menegaskan bahwa momen Hari Bhayangkara sejatinya harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat kelas bawah melalui aksi konkret, bukan sekadar perayaan seremonial belaka. Kehadiran jajaran kepolisian di tengah masyarakat diharapkan mampu mempererat hubungan emosional serta memberikan rasa aman dan mengayomi. 'Melalui bakti sosial ini, kami ingin mempererat hubungan Polri dengan masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat nyata,' ujar Kompol Ahmad mewakili Kapolres Kutai Timur.
Tidak hanya berfokus pada sektor kesehatan, rombongan kepolisian bersama jajaran manajemen Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Timur 1 langsung bertolak ke Desa Jakluay usai meninjau khitanan massal tersebut. Di desa tersebut, mereka meresmikan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi yang selama ini menjadi urat nadi transportasi lokal. Infrastruktur jembatan yang kini tampil kokoh dan layak pakai diharapkan dapat menggenjot mobilitas logistik, mempermudah akses antarwilayah, serta memberikan stimulus positif bagi perkembangan ekonomi pedesaan di Kutai Timur.