Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Inggris
  • Iran
  • Bali
  • Surabaya
  • Yogyakarta
  • Prancis
  • Selat Hormuz
Kategori
Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Surabaya Yogyakarta Prancis Selat Hormuz

Kemenkum NTB Dukung Uji Petik Jabatan Fungsional Baru untuk Pemeriksa AHU

Tim Redaksi • 16 Juli 2026, 15:10 • Nasional
  • Kanwil Kemenkum NTB menerima kunjungan tim Biro SDM dan Ditjen AHU untuk pelaksanaan uji petik jabatan fungsional baru.
  • Langkah strategis ini bertujuan mengumpulkan data empiris lapangan untuk menyusun Naskah Urgensi Pembentukan Jabatan Fungsional Pemeriksa Layanan AHU.
  • Pembentukan jabatan baru ini diharapkan memberikan kepastian jenjang karier bagi ASN serta mengoptimalkan lima kelompok layanan utama AHU.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenkum NTB) secara resmi menerima kunjungan kerja dari tim Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal dan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan Uji Petik Pembentukan Jabatan Fungsional Pemeriksa Layanan Administrasi Hukum Umum pada Kamis, 16 Juli 2026. Agenda yang digelar di Ruang Rapat Mandalika tersebut berfokus pada pengumpulan data empiris serta penjaringan masukan langsung dari para pelaksana layanan di daerah.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum NTB, Anna Ernita, membuka langsung kegiatan ini dan menegaskan pentingnya uji petik dalam memetakan kebutuhan riil organisasi. Menurutnya, keterlibatan aktif dari para pegawai yang bersentuhan langsung dengan pelayanan AHU setiap hari menjadi kunci keberhasilan penyusunan regulasi yang tepat sasaran. "Kegiatan uji petik ini merupakan bagian dari proses pengumpulan data dan masukan dari pelaksana layanan AHU di Kantor Wilayah. Melalui partisipasi aktif para responden, diharapkan hasil yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi riil pelaksanaan layanan sebagai bahan penyusunan kebijakan pembentukan Jabatan Fungsional Pemeriksa Layanan AHU," kata Anna dalam sambutannya.

Hadir dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Pengembangan Karier SDM Kementerian Hukum, Andik Prasetyo, menjelaskan bahwa pembentukan jabatan fungsional baru ini merupakan langkah strategis yang sudah lama dinantikan. Selama ini, absennya wadah spesifik untuk tugas pemeriksaan layanan AHU membuat banyak aparatur sipil negara (ASN) terpaksa melirik uji kompetensi di bidang lain demi mengamankan kenaikan pangkat. "Belum tersedianya jabatan fungsional yang secara khusus mewadahi tugas pemeriksaan layanan AHU menyebabkan sebagian pegawai memilih mengikuti uji kompetensi jabatan fungsional lain sebagai alternatif pengembangan karier. Karena itu, pembentukan Jabatan Fungsional Pemeriksa Layanan AHU diharapkan dapat memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan kepastian jenjang karier bagi ASN," tutur Andik.

Secara teknis, tim Ditjen AHU memanfaatkan uji petik ini untuk mengukur volume kerja nyata, tingkat kesulitan, risiko, hingga kompetensi yang dibutuhkan di lapangan. Seluruh data komprehensif yang terjaring lewat kuesioner para responden nantinya bakal diramu menjadi Naskah Urgensi Pembentukan Jabatan Fungsional Pemeriksa Layanan Administrasi Hukum Umum sebelum disodorkan ke kementerian terkait. Setidaknya ada lima kelompok layanan utama AHU yang dibidik dalam pemetaan ini, meliputi bidang Keperdataan, Administrasi Hukum Pidana, Ketatanegaraan, Otoritas Pusat dan Hukum Internasional, serta Badan Usaha.

Di tempat terpisah, Kepala Kanwil Kemenkum NTB, I Gusti Putu Milawati, turut menyuarakan dukungan penuhnya terhadap akselerasi kebijakan reformasi birokrasi ini. Milawati optimis bahwa kehadiran rumpun jabatan fungsional yang spesifik tidak sekadar menguntungkan internal pegawai secara administratif, melainkan berdampak sistemik pada kepuasan publik. Dengan adanya kepastian karier dan kejelasan kompetensi, kualitas serta akurasi pelayanan produk hukum yang disajikan oleh Kementerian Hukum kepada masyarakat luas dipastikan akan meningkat signifikan.

Tags: Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat Anna Ernita Andik Prasetyo I Gusti Putu Milawati
Sumber: rri.co.id

Artikel Lainnya

SMKN 3 Mataram Buka MPLS 2026, Tanamkan Disiplin dan Budaya Industri 15 Jul 2026, 05:57
Polres Bima Kota Beri Penyuluhan Hukum bagi Siswa Baru SMAN 1 15 Jul 2026, 05:47
Pemprov NTB Dampingi Pemulihan Dua Santri Korban Dugaan Pembakaran di Ponpes 15 Jul 2026, 15:52
Tips Memilih Pesantren, Pentingnya Mengetahui Sanad Keilmuan Pengajar 16 Jul 2026, 15:09

Terbaru

Laba Industri Asuransi Cile Melonjak 20,6 Persen di Kuartal I 2026 16 Jul 2026, 17:44
Prosedur Ketat SPBU Kolombia, Kapan Boleh Beroperasi Lagi Usai Gempa Bumi? 16 Jul 2026, 17:40
Ikut Tren Dance Challenge ATEEZ, Sandara Park Eks 2NE1 Malah Ramai Dikritik Netizen 16 Jul 2026, 17:13
Hubungan Memanas, Iran Sebut Perjanjian Damai Batal Usai Serangan Brutal AS 16 Jul 2026, 17:09
Bursa Transfer Musim Panas 2026, London City Lionesses Gaet Bintang Dunia 16 Jul 2026, 17:09
Arthur THE KINGDOM Minta Maaf Usai Skandal Hubungan dengan Sugar Mommy Terbongkar 16 Jul 2026, 17:06
Kolombia Dorong Percepatan Transisi Energi Menuju Bebas Bahan Bakar Fosil 16 Jul 2026, 15:36

Kategori

Nasional 95 artikel
Internasional 89 artikel
Ekonomi 84 artikel
Olahraga 78 artikel
Hukum 38 artikel
Entertainment 34 artikel
Bisnis 32 artikel
Budaya 22 artikel
Lingkungan 20 artikel
Teknologi 12 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Surabaya Yogyakarta Prancis Selat Hormuz
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.