Perpustakaan Jakarta Perpustakaan Jakarta
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hukum
  • Entertainment
  • Bisnis
  • Budaya
  • Lingkungan
  • Teknologi
  • Amerika Serikat
  • Donald Trump
  • Kolombia
  • Inggris
  • Iran
  • Bali
  • Surabaya
  • Yogyakarta
  • Prancis
  • Selat Hormuz
Kategori
Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Hukum Entertainment Bisnis Budaya Lingkungan Teknologi
Tag
Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Surabaya Yogyakarta Prancis Selat Hormuz

Kemenhaj Ajukan Uang Muka Haji 2027 Sebesar Rp 4 Triliun Demi Layanan Armuzna

Tim Redaksi • 16 Juli 2026, 15:10 • Nasional
  • Kementerian Haji dan Umrah mengajukan permohonan uang muka sebesar SAR 858,74 juta atau sekitar Rp 4 triliun untuk persiapan ibadah haji 2027.
  • Langkah cepat ini diambil guna mengamankan pemesanan lokasi tenda strategis serta fasilitas di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
  • Pemerintah Arab Saudi juga menerapkan kebijakan baru dengan menghapus Paket D dan meningkatkan layanan jemaah Indonesia ke Paket C.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia bergerak cepat dalam mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah atau tahun 2027 Masehi. Kemenhaj secara resmi mengajukan permohonan persetujuan penggunaan uang muka demi mengamankan pemesanan lokasi tenda dan fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah taktis ini sangat krusial agar jemaah haji asal Indonesia bisa mendapatkan pelayanan serta tempat yang layak dan nyaman selama berada di tanah suci.

Usulan anggaran tersebut dipaparkan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam agenda Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta. Langkah akselerasi ini disesuaikan dengan regulasi terbaru dari Pemerintah Arab Saudi yang menuntut kepastian dokumen dan finansial lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya. Melalui pengajuan ini, diharapkan proses administrasi dengan pihak eksternal di Arab Saudi dapat diselesaikan tanpa hambatan birokrasi yang berarti.

Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, mengungkapkan bahwa percepatan pembayaran ini sangat mendesak menyusul dibukanya akses transfer dana melalui sistem Nusuk Masar oleh Arab Saudi. Sistem terintegrasi tersebut sudah mulai beroperasi untuk musim haji berikutnya, sehingga seluruh negara pengirim jemaah harus berebut alokasi tempat. "Kemenhaj sudah mengajukan uang muka kepada DPR RI dalam agenda rapat kerja hari ini sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 H/2027 M," kata Maria menjelaskan situasi terkini.

Lebih lanjut, Maria mengingatkan adanya konsekuensi serius apabila Indonesia terlambat dalam menyetorkan dana komitmen awal tersebut kepada pihak otoritas Arab Saudi. Keterlambatan pembayaran berisiko membuat Indonesia kehilangan zona tenda strategis di Arafah dan Mina yang telah ditempati pada musim haji lalu. "Kalau kita tidak segera bayar, kita bisa kehilangan lokasi tenda di Arafah dan Mina yang sudah kita pakai tahun lalu. Jadi, demi kenyamanan jemaah, kita harus bergerak cepat mengamankan posisi," ucapnya menambahkan.

Total uang muka yang diajukan oleh Kemenhaj mencapai SAR 858,74 juta atau setara dengan Rp 4 triliun, dengan acuan nilai kurs Rp 4.666,67 per riyal. Dana besar tersebut dipastikan tidak akan menambah beban anggaran baru karena nantinya akan dikalkulasikan sebagai pengurang dari total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Selain persoalan tenda, Maria juga membeberkan adanya peningkatan standar pelayanan di mana Paket D dihapus dan ditingkatkan menjadi Paket C, yang menjanjikan fasilitas lebih baik bagi jemaah walau berpotensi memicu penyesuaian biaya operasi. Kemenhaj kini berharap Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dapat segera mencairkan dana tersebut setelah mendapat lampu hijau dari DPR RI.

Tags: Kementerian Haji Dan Umrah Dpr Ri Mochamad Irfan Yusuf Arab Saudi Badan Pengelola Keuangan Haji
Sumber: rri.co.id

Artikel Lainnya

BHS Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia, Upayakan Silaturahmi dan Jaring Aspirasi Warga Sidoarjo 15 Jul 2026, 15:44
Rieke Diah Pitaloka Kritik Wakil Bupati Lombok Tengah, Ingatkan Fokus ke Korban Pembakaran 15 Jul 2026, 10:30
CEP Berkomitmen Kawal APBN Demi Pemerataan Pembangunan Sulawesi Utara 15 Jul 2026, 19:16
Dugaan Pelecehan Seksual di USU, Maruli Siahaan Minta Ditangani Secara Tegas dan Tanpa Pandang Bulu 15 Jul 2026, 15:45

Terbaru

Laba Industri Asuransi Cile Melonjak 20,6 Persen di Kuartal I 2026 16 Jul 2026, 17:44
Prosedur Ketat SPBU Kolombia, Kapan Boleh Beroperasi Lagi Usai Gempa Bumi? 16 Jul 2026, 17:40
Ikut Tren Dance Challenge ATEEZ, Sandara Park Eks 2NE1 Malah Ramai Dikritik Netizen 16 Jul 2026, 17:13
Hubungan Memanas, Iran Sebut Perjanjian Damai Batal Usai Serangan Brutal AS 16 Jul 2026, 17:09
Bursa Transfer Musim Panas 2026, London City Lionesses Gaet Bintang Dunia 16 Jul 2026, 17:09
Arthur THE KINGDOM Minta Maaf Usai Skandal Hubungan dengan Sugar Mommy Terbongkar 16 Jul 2026, 17:06
Kolombia Dorong Percepatan Transisi Energi Menuju Bebas Bahan Bakar Fosil 16 Jul 2026, 15:36

Kategori

Nasional 95 artikel
Internasional 89 artikel
Ekonomi 84 artikel
Olahraga 78 artikel
Hukum 38 artikel
Entertainment 34 artikel
Bisnis 32 artikel
Budaya 22 artikel
Lingkungan 20 artikel
Teknologi 12 artikel

Tag Populer

Amerika Serikat Donald Trump Kolombia Inggris Iran Bali Surabaya Yogyakarta Prancis Selat Hormuz
Perpustakaan Jakarta • Pusat Literasi dan Informasi Terpercaya
Privacy Policy • Cookie Policy • Legal Notice • Subscription Terms • Privacy Settings
2018 Perpustakaan Jakarta. All rights reserved.