Imigrasi Bali Gencarkan Patroli Dharma Dewata, Sisir WNA Pelanggar Aturan
- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali mengintensifkan Patroli Dharma Dewata untuk mengawasi dan menindak pelanggaran warga negara asing.
- Langkah pengetatan ini dinilai semakin relevan pasca-mencuatnya kasus dugaan pembunuhan seorang perempuan di Denpasar Selatan yang melibatkan WNA Singapura.
- Masyarakat dan Timpora diajak untuk terus bersinergi dalam melaporkan serta menindak indikasi pelanggaran keimigrasian di Pulau Dewata.
Jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali secara konsisten memperketat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing di Pulau Dewata. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pelaksanaan Satgas Patroli Dharma Dewata yang digelar secara intensif dan berkelanjutan setiap harinya. Langkah preventif tersebut diambil demi menjaga stabilitas keamanan, ketertiban umum, serta menegakkan kedaulatan hukum di wilayah hukum Bali.
Pengawasan yang semakin masif ini dinilai menjadi sangat relevan di tengah mencuatnya kasus kriminalitas terbaru yang melibatkan warga asing. Publik saat ini sedang dihebohkan oleh kasus dugaan pembunuhan seorang perempuan berinisial AS (26) di kawasan Denpasar Selatan. Kasus tersebut diduga kuat melibatkan kekasih korban yang merupakan seorang warga negara asing asal Singapura, dan hingga kini pihak kepolisian masih terus mendalami motif serta bukti-bukti di lapangan.
Satgas Patroli Dharma Dewata sendiri bukan merupakan unit baru yang dibentuk secara mendadak. Satuan tugas khusus ini sebelumnya telah resmi dikukuhkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, pada 15 April 2026 lalu. Sejak pengukuhan tersebut, tim terus bergerak aktif menyisir berbagai titik konsentrasi WNA di seluruh penjuru Bali guna mengantisipasi, mendeteksi dini, serta menindak tegas segala bentuk pelanggaran aturan keimigrasian.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menegaskan bahwa apel kesiapan pasukan yang digelar sore hari merupakan langkah konkrit untuk memperkuat kembali komitmen penegakan hukum. Felucia juga mengingatkan kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan agar selalu mengedepankan profesionalisme kerja dan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan wewenang. "Lakukan pengawasan secara humanis namun tetap tegas dan terukur," ujar Felucia saat memberikan arahan kepada jajarannya.
Dalam menjalankan operasinya, Satgas Patroli Dharma Dewata tidak bekerja sendirian melainkan bersinergi erat dengan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) serta aparat penegak hukum lainnya. Felucia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi positif dari seluruh anggota Timpora yang selama ini membantu memetakan pelanggaran. Selain mengoptimalkan sinergi instansi, ia juga mengajak masyarakat luas untuk aktif melaporkan setiap indikasi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh WNA di lingkungan mereka.