Heboh Kemendikdasmen Kejar Validasi Data Anak Tidak Sekolah, Target Tuntas Agustus 2026!
- Kemendikdasmen mempercepat pemutakhiran data Anak Tidak Sekolah (ATS) dengan target rampung pada 31 Agustus 2026.
- Wamen Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya akurasi data untuk penetapan kebijakan dan penyaluran bantuan.
- Jawa Barat menjadi percontohan nasional setelah berhasil mengembalikan 64,6 persen anak dari total data verifikasi ke jalur pendidikan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat membenahi permasalahan akses pendidikan di tanah air. Langkah strategis kini ditempuh dengan mempercepat proses validasi dan pemutakhiran data Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui sinergi lintas sektor. Langkah ini melibatkan kerja sama ketat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga satuan pendidikan nonformal.
Komitmen besar tersebut ditegaskan saat penutupan Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Tahun 2026 di Cimahi, Jawa Barat. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menyatakan bahwa perbaikan tata kelola pendidikan nonformal merupakan pilar utama mewujudkan pendidikan yang setara dan inklusif bagi seluruh anak bangsa.
"Pemerintah terus berupaya menempatkan pendidikan nonformal sebagai bagian yang setara dalam ekosistem pendidikan nasional. Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran tidak lagi hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dapat berlangsung di lingkungan keluarga, masyarakat, komunitas, maupun lembaga pendidikan nonformal," tegas Fajar saat memberikan keterangannya.
Fajar juga menekankan pentingnya keakuratan data sebagai fondasi utama dalam perumusan kebijakan nasional maupun penyaluran bantuan operasional pendidikan. Senada dengan hal itu, Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), I Gusti Made Ardana, mengungkapkan target ambisius di mana seluruh validasi data ATS harus tuntas paling lambat 31 Agustus 2026 mendatang.
Aksi nyata pemutakhiran data ini sudah membuahkan hasil manis di Provinsi Jawa Barat, yang kini diproyeksikan menjadi percontohan nasional. Dari 13 ribu data ATS yang diverifikasi, lebih dari 8 ribu anak telah ditindaklanjuti, di mana 64,6 persen di antaranya telah berhasil kembali mengenyam pendidikan formal maupun nonformal.