Cegah Generasi Fatherless, Pemprov Kaltim Gelorakan Gerakan "Ayah Wajib Hadir"
- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengusung tema "Ayah Wajib Hadir" pada peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 di Berau untuk menekan fenomena fatherless.
- Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menegaskan keterlibatan aktif sosok ayah dalam pengasuhan harian sangat krusial untuk membangun kepercayaan diri dan karakter anak.
- BKKBN Kaltim mengimbau para ayah agar tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga hadir secara emosional dan psikologis demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengambil langkah tegas dalam menekan angka fenomena ketidakhadiran sosok ayah atau "fatherless" dalam pola pengasuhan anak. Pada Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat provinsi di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Pemprov Kaltim secara resmi menggelorakan gerakan "Ayah Wajib Hadir". Kebijakan ini diharapkan memicu kesadaran para kepala keluarga untuk lebih terlibat mendampingi tumbuh kembang buah hati.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menegaskan bahwa kehadiran sosok ayah tidak boleh hanya sebatas pemenuh kebutuhan ekonomi keluarga semata. "Tema Ayah Wajib Hadir memiliki makna mendalam. Sosok ayah yang membersamai tumbuh kembang anak akan meningkatkan kepercayaan diri anak," tegas Rudy di hadapan jajaran pejabat dan masyarakat Tanjung Redeb. Menurutnya, pendampingan ayah mulai dari hal sederhana seperti mengantar sekolah hingga menemani aktivitas di rumah sangat efektif membentuk fondasi psikologis anak yang kuat.
Lebih jauh, keterlibatan aktif ayah di dalam rumah tangga juga dipandang sebagai strategi vital dalam menekan tingkat keterbelakangan tumbuh kembang atau stunting pada anak. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, hingga tingkat keluarga dinilai menjadi kunci utama. "Luangkan waktu untuk berkumpul bersama anak-anak, pembentukan akhlak dan cita-cita anak, Indonesia emas 2045 perlu dibangun dari keluarga yang kuat demi mewujudkan Kaltim sukses menuju generasi cerdas," tambah Gubernur Rudy.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim Sunarto menyoroti pentingnya keterikatan psikologis antara ayah dan anak sejak dini. Ia menekankan bahwa ayah harus hadir secara utuh, bukan sekadar kehadiran fisik. "Bukan sekadar secara fisik atau fungsional sebagai pencari nafkah, melainkan terlibat aktif secara emosional dan psikologis dalam pengasuhan harian. Hal ini penting untuk mendukung tumbuh kembang anak," jelas Sunarto saat mendampingi jajaran Pemprov Kaltim.
Peringatan Harganas ke-33 di Kabupaten Berau ini diselenggarakan atas kerja sama Kemendukbangga/BKKBN, BKKBN Kaltim, serta Pemerintah Kabupaten Berau. Selain penguatan narasi pengasuhan anak, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan Gerakan Pasar Ikan Murah, peninjauan fasilitas kesehatan, kunjungan ke Sekolah Siaga Kependudukan SMAN 4 Berau, serta peluncuran produk olahan perikanan dan pameran UMKM BUMDes guna menyokong kemandirian ekonomi keluarga di Kaltim.