Bikin Merinding, Ini Cara MIN 1 Nias Selatan Bentengi Siswa Baru dari Bahaya Bullying
- MIN 1 Nias Selatan menggelar edukasi pencegahan perundungan atau anti-bullying intensif bagi murid baru dalam rangkaian MATSAMA tahun ajaran 2026/2027.
- Kampanye ini melibatkan berbagai kegiatan interaktif seperti pemutaran video edukasi, ikrar bersama anti-perundungan, hingga aksi mewarnai poster kreatif.
- Pihak madrasah berkomitmen memperkuat pengawasan guru dan membangun sistem pelaporan yang aman agar lingkungan sekolah bebas dari segala intimidasi.
Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan kini menjadi prioritas utama bagi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Nias Selatan. Dalam rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATSAMA) tahun ajaran 2026/2027, pihak madrasah secara khusus menggelar edukasi intensif mengenai pencegahan perundungan bagi para murid baru. Langkah responsif ini diambil untuk membentengi mental anak-anak sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di lingkungan sekolah.
Materi anti-perundungan yang krusial ini disampaikan langsung oleh Sutri Nuryanti Melayu, seorang pendidik yang dikenal aktif dalam program perlindungan anak di wilayah tersebut. Dalam penyampaiannya, Sutri menggunakan pendekatan yang ramah anak agar pesan moral serta dampak buruk bullying dapat terserap dengan baik oleh para siswa baru. Ragam aktivitas interaktif pun digelar untuk mempermudah pemahaman siswa, mulai dari pemutaran video edukasi visual hingga pengenalan bentuk intimidasi fisik dan verbal.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini bertujuan mendasar untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya saling menghargai dan menyayangi antarsesama teman. Kepala MIN 1 Nias Selatan, Syukrida Larosa, menegaskan bahwa sekolah harus bisa menjadi rumah kedua bagi siswa yang aman dan terbebas dari segala bentuk intimidasi. Menurutnya, karakter yang sehat hanya bisa tumbuh subur di dalam lingkungan sosial yang saling mendukung satu sama lain.
"Melalui materi anti-perundungan yang disampaikan oleh Ibu Sutri Nuryanti Melayu, kami menanamkan nilai dasar bahwa setiap individu memiliki martabat yang harus dihormati. Tidak ada tempat untuk perundungan di madrasah kita," ujar Syukrida Larosa saat memberikan keterangan pada Jumat, 17 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial sesaat, melainkan awal dari komitmen jangka panjang.
Pihak madrasah juga telah berkomitmen untuk terus memantau interaksi siswa secara berkala dan memperkuat sistem pengawasan guru di setiap sudut madrasah. Langkah nyata ini diharapkan mampu menutup celah terjadinya tindakan kekerasan antar-pelajar. "Kami membangun sistem di mana setiap anak merasa berani untuk bicara, dan melaporkan jika mereka melihat atau mengalami ketidaknyamanan. Ini adalah langkah awal kami membangun generasi yang berempati tinggi," ucap Syukrida penuh optimisme.
Kampanye anti-bullying yang dikemas kreatif ini pun mendapatkan sambutan serta apresiasi yang sangat hangat dari berbagai pihak, termasuk para orang tua murid yang mendampingi anak mereka. Orang tua merasa lebih tenang dan percaya kepada pihak sekolah karena madrasah terbukti memberikan perhatian serius terhadap aspek psikologis anak. Program ini menjadi bukti nyata kesiapan MIN 1 Nias Selatan dalam mengimplementasikan konsep Madrasah Ramah Anak di wilayah Nias Selatan.