Loading...

Alasan Orang Kaya China Mulai Pindahkan Kekayaan ke Malaysia

2026-09-11 BUSINESS MALAYSIA, CHINA, BISNIS
Ilustrasi kawasan bisnis dan keuangan modern di Malaysia

Ilustrasi kawasan bisnis dan keuangan modern di Malaysia

Share:

Para miliarder asal China kini mulai memindahkan uang, bisnis, dan keluarga mereka ke Malaysia. Valuasi aset yang lebih terjangkau dibandingkan Singapura menjadi daya tarik utama bagi para orang kaya tersebut.

“Mereka sangat terbuka terhadap Malaysia karena dari segi valuasi, terlihat sangat menarik dibandingkan dengan Singapura," ujar CEO Maybank Singapura Alvin Lee.”

— Malayan Banking Bhd (Maybank) Singapura

Para miliarder di kawasan Asia semakin terbuka dalam memanfaatkan berbagai kelas aset untuk mengembangkan sekaligus melindungi kekayaan mereka dari ketidakpastian global. Di tengah tren perpindahan modal tersebut, negara Malaysia kini semakin menarik perhatian besar dari kalangan orang kaya asal China.

Para investor kelas atas dari negeri tirai bambu tersebut tidak hanya membeli properti mewah, tetapi juga mulai mempertimbangkan Malaysia sebagai lokasi strategis untuk memindahkan bisnis serta membawa keluarga mereka. Di sisi lain, Singapura tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu tujuan utama penyimpanan kekayaan asing.

Bahkan, aliran dana segar dan emas fisik dilaporkan kembali bergerak dari Dubai menuju Singapura di tengah dinamika ketidakpastian geopolitik global yang terus berkembang. Tren pergerakan aset lintas negara ini diungkapkan langsung oleh CEO Malayan Banking Bhd (Maybank) Singapura, Alvin Lee, dalam sebuah wawancara.

Menurut keterangan resmi dari pihak perbankan tersebut, salah satu pertimbangan utama yang membuat Malaysia begitu diminati adalah tingkat valuasi aset yang relatif jauh lebih murah jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura.

Faktor Pendorong dan Valuasi Aset yang Menarik

Kondisi valuasi yang kompetitif membuat Malaysia tidak hanya dinilai menarik sebagai instrumen tujuan investasi semata, melainkan juga sebagai tempat yang sangat ideal untuk menjalankan operasional bisnis dan menetap bersama keluarga.

"Orang-orang dengan kekayaan sangat tinggi selalu memperhatikan instrumen keuangan maupun aset fisik berupa properti dan logam mulia," jelas Alvin Lee dalam pemaparannya mengenai perilaku investasi para miliarder global saat ini.

Ia menambahkan bahwa semakin banyak warga negara China yang menunjukkan keterbukaan tinggi untuk menanamkan modal dan memperluas portofolio bisnis mereka di wilayah Malaysia.

Selain sektor finansial, mereka juga melihat peluang besar dalam sektor properti komersial maupun residensial yang menawarkan fasilitas pendukung kehidupan yang sangat nyaman bagi kaum elite.

Dominasi Jumlah Miliarder di China

Berdasarkan data daftar orang kaya global Hurun yang diterbitkan pada Maret 2026, China tercatat memiliki total sebanyak 1.110 orang miliarder.

Jumlah fantastis tersebut menjadikan China sebagai negara dengan populasi miliarder terbanyak di dunia, bahkan melampaui Amerika Serikat yang saat ini memiliki sekitar 1.000 miliarder.

Besarnya jumlah kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi dan para miliarder di China ini tentu menjadi pangsa pasar potensial yang sangat menggiurkan bagi sektor properti serta jasa keuangan di kawasan regional Asia.

Perkembangan tren migrasi kekayaan ini diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan upaya para pebisnis global dalam mencari diversifikasi pasar yang lebih aman dan menguntungkan.

Leave a Comment