Loading...

Eks Kepala PGMOL Kecam Klaim Mike Dean soal Laga Liga Inggris

Mantan wasit Liga Inggris Mike Dean saat memimpin pertandingan di lapangan

Mantan wasit Liga Inggris Mike Dean saat memimpin pertandingan di lapangan

Share:

Mantan kepala PGMOL Keith Hackett mengecam keras pernyataan kontroversial Mike Dean yang mengaku pernah memainkan permainan mini selama memimpin pertandingan Liga Inggris. Klaim ini memicu kemarahan publik dan dinilai merusak citra wasit sepak bola.

“Klaim tersebut tidak membantu orang-orang untuk memahami peran seorang wasit," ujar Keith Hackett.”

— Mike Dean dan Keith Hackett

Pernyataan kontroversial mantan wasit Liga Inggris Mike Dean mengenai aksi memainkan permainan mini saat memimpin pertandingan menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Komentar tersebut dinilai tidak membantu memperbaiki citra wasit di tengah sorotan tajam publik sepak bola modern.

Kecaman paling vokal datang dari mantan kepala PGMOL, Keith Hackett, yang secara eksklusif memberikan kritik tajam kepada Dean. "Klaim tersebut tidak membantu orang-orang untuk memahami peran seorang wasit," ujar Keith Hackett menanggapi pengakuan mengejutkan tersebut.

Dalam pengakuannya di sebuah siniar, Dean menyatakan bahwa dirinya pernah sengaja tidak meniup peluit selama 20 hingga 25 menit atau berdiam diri di lingkaran tengah lapangan. Ulah iseng ini sontak memicu kemarahan para pendukung Liga Inggris yang merasa dirugikan.

Kontroversi ini menambah panjang daftar kontroversi Dean sejak dirinya pensiun dari dunia pengadilan lapangan hijau pada tahun 2022. Saat ini, ia sering tampil sebagai pengamat wasit dan komentator di berbagai media olahraga.

Mike Dean dan Kontroversi Permainan Mini

Mike Dean mengungkapkan kisah masa lalunya saat menjadi wasit di Liga Inggris dalam siniar Jamie Vardy's Having a Party. Ia mengaku kerap membuat permainan mini untuk mencairkan suasana bosan di atas lapangan hijau bersama rekan sesama ofisial.

Salah satu tindakan kontroversial yang diakuinya adalah mencoba melihat seberapa lama ia bisa bertahan tanpa meniup peluit tanda pelanggaran. "Kami biasa berkata, "mari kita mulai sekarang, lihat berapa lama kita bisa bertahan tanpa meniup peluit"," ucap Dean mengenang aksinya.

Selain menahan diri meniup peluit, Dean juga mengaku pernah sengaja berdiri di lingkaran tengah lapangan untuk menguji batas waktu sebelum ia harus meninggalkannya. Aksi tersebut diakuinya hanya sebagai bentuk candaan di tengah jalannya pertandingan kasta tertinggi.

Meskipun dianggap sebagai gurauan semata oleh sang pelaku, para penggemar sepak bola dan pengamat menilai tindakan tersebut sangat tidak profesional. Hal ini dikhawatirkan menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap integritas pengadil lapangan.

Respons PGMOL dan Dampak bagi Wasit

Keith Hackett, yang memimpin PGMOL selama hampir enam tahun dari 2004 hingga 2010, menegaskan bahwa tindakan semacam itu pasti akan terdeteksi. Ia menyebutkan bahwa sistem pengawasan kinerja wasit di era kepemimpinannya sudah sangat ketat dan berlapis.

Sistem pengawasan tersebut mencakup analisis profil kebugaran dan pergerakan wasit melalui teknologi Prozone, penilai pertandingan, hingga pelatih wasit yang hadir langsung di stadion. Oleh karena itu, klaim Dean dianggap berlebihan dan meragukan efektivitas pengawasan.

Menurut laporan BBC Sport, kalangan otoritas wasit menilai klaim Mike Dean tersebut tidak berdasar namun tetap memberikan dampak yang merusak bagi reputasi ofisial. Tekanan terhadap wasit di Liga Inggris sendiri sudah sangat tinggi akibat tingginya tingkat subjektivitas keputusan.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) saat ini sedang berjuang untuk meyakinkan generasi muda agar mau mengambil profesi sebagai wasit. Pernyataan kontroversial seperti ini dikhawatirkan semakin menyulitkan upaya perekrutan wasit di masa depan.

Leave a Comment