Ukraina Kehilangan Senator Lindsey Graham, Pejuang Bantuan Militer AS di Kyiv
- Senator Amerika Serikat Lindsey Graham meninggal dunia hanya beberapa jam setelah kembali dari kunjungan diplomatiknya ke Kyiv, Ukraina.
- Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko menyampaikan duka mendalam dan memuji konsistensi Graham dalam membela nilai-nilai demokrasi.
- Sebelum wafat, Graham sempat mengumumkan kesepakatan paket sanksi baru terhadap Rusia dan menyerukan peningkatan bantuan militer mematikan bagi Ukraina.
Ukraina tengah berduka setelah kehilangan salah satu pendukung paling vokal mereka di Washington, Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham. Politikus senior dari Partai Republik tersebut dilaporkan meninggal dunia pada akhir pekan ini, hanya beberapa jam setelah dirinya menyelesaikan kunjungan diplomatik penting ke ibu kota Ukraina, Kyiv. Kepergian Graham meninggalkan lubang besar bagi diplomasi pertahanan Ukraina yang selama ini sangat bergantung pada lobi-lobinya di kongres AS.
Ungkapan duka cita dan penghormatan mengalir deras dari para petinggi di Kyiv setelah kabar duka tersebut terkonfirmasi. Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko, menyatakan bahwa dedikasi Graham terhadap kedaulatan Ukraina tidak pernah goyah sejak awal invasi berskala penuh oleh Rusia. 'Sepanjang invasi penuh Rusia, Senator Graham terus berdiri bersama Ukraina dan membela nilai-nilai demokrasi yang kita junjung bersama,' ujar Svyrydenko dalam keterangan resminya.
Dukungan kuat Graham terhadap Ukraina berakar dari pengalamannya yang luas di bidang keamanan nasional serta keyakinannya yang teguh pada peran global AS yang ekspansif. Sejak Rusia mencaplok Krimea secara ilegal pada tahun 2014, Graham telah menjadi salah satu tokoh pertama di Washington yang mendesak pengiriman senjata defensif ke Ukraina. Keberaniannya bahkan sempat memicu kemarahan di Kremlin setelah ia menyarankan agar lingkaran dalam Presiden Vladimir Putin melakukan tindakan ekstrem demi menghentikan perang.
Meskipun sempat menghadapi dinamika politik domestik yang rumit di bawah pengaruh Donald Trump di tubuh Partai Republik, Graham tetap konsisten memperjuangkan kepentingan Ukraina. Ia sempat mengusulkan rancangan undang-undang yang melarang AS mengakui kedaulatan Rusia atas wilayah Ukraina mana pun serta mendukung pelatihan militer langsung di tanah Ukraina. Di sisi lain, ia juga tetap mendukung aliansi NATO sebagai pilar utama keamanan transatlantik yang berfungsi mencegah para agresor memicu konflik global baru.
Dalam kunjungan terakhirnya ke Kyiv yang berlangsung hanya beberapa hari sebelum wafat, Graham sempat bertemu langsung dengan Presiden Volodymyr Zelensky dan mengunjungi pabrik drone lokal. Sebelum bertolak kembali ke AS, ia mengumumkan bahwa kelompok senator lintas partai telah mencapai kesepakatan dengan Gedung Putih untuk menjatuhkan paket sanksi baru yang melumpuhkan terhadap Rusia. 'Kita memiliki formula untuk mengakhiri perang ini, yaitu dengan membantu Ukraina menjadi lebih mematikan dan memastikan ada harga mahal yang harus dibayar oleh pendukung Rusia,' tegas Graham kala itu.