Tragedi Kebakaran Kelab Malam Bangkok Telan 30 Korban Jiwa, Fasilitas Keselamatan Dipertanyakan
- Jumlah korban tewas dalam tragedi kebakaran di bar musik Rong Beer Na Ladprao Bangkok meningkat menjadi 30 orang.
- Lebih dari 70 orang mengalami luka-luka dengan 24 di antaranya dilaporkan masih berada dalam kondisi kritis.
- Pemerintah Kota Bangkok memerintahkan inspeksi menyeluruh terhadap tempat hiburan malam untuk mengevaluasi standar keselamatan kebakaran.
Jumlah korban tewas akibat kebakaran dahsyat yang melalap kelab malam Rong Beer Na Ladprao di Bangkok terus bertambah hingga mencapai 30 orang. Insiden mematikan yang terjadi di kawasan utara ibu kota Thailand tersebut tercatat sebagai tragedi kebakaran tempat hiburan malam terburuk di kota itu dalam 17 tahun terakhir.
Otoritas Administrasi Metropolitan Bangkok melaporkan bahwa selain korban jiwa, terdapat lebih dari 70 orang yang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini, sedikitnya 24 korban luka dilaporkan masih berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat. "Kami terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan medis terbaik," ungkap salah satu pejabat kota.
Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt menegaskan bahwa pihaknya telah memerintahkan inspeksi keselamatan secara menyeluruh terhadap seluruh tempat hiburan dan bar musik di wilayahnya. Langkah tegas ini diambil untuk mengaudit potensi risiko kebakaran serta memperketat penegakan hukum terkait standar keselamatan bangunan. Pihak berwenang juga tengah menyelidiki kelayakan operasional tempat tersebut yang disinyalir menampung hingga 600 pengunjung saat kejadian.
Ketua Asosiasi insinyur Struktur Thailand Amorn Pimanmas menyoroti beberapa faktor risiko kritis pada bangunan bar yang disinyalir memperparah dampak kebakaran. Bangunan yang tertutup rapat, beratap rendah, serta penggunaan material dekorasi dari busa tanpa pelapis tahan api dinilai membuat asap beracun terkumpul dengan sangat cepat. "Sirkulasi udara yang minim menyebabkan akumulasi asap beracun menjadi pemicu utama jatuhnya banyak korban jiwa," jelas Amorn.
Selain persoalan teknis bangunan, kelalaian dalam perizinan juga mulai mencuat ke permukaan karena lokasi bar yang berada di luar zona bisnis hiburan resmi. Kelab malam tersebut diketahui hanya terdaftar sebagai restoran dengan live music, sehingga terhindar dari standar prosedur keselamatan kebakaran yang ketat bagi tempat hiburan. "Masalah utamanya bukan pada ketiadaan regulasi, melainkan sejauh mana hukum tersebut ditegakkan secara ketat mulai sekarang," tegas Amorn menanggapi celah pengawasan tersebut.